Operasi Laparoskopi pada kelainan kandungan

26
768

Laparoskopi merupakan tindakan bedah yang mengunakan teknik Minimaly invasive surgery (bedah invasif minimal) dimana dokter menggunakan teleskop/camera kecil yang dimasukkan kedalam perut dan instrumen bedah dalam bentuk mini. Sering dikenal sebagai istilah awamnya “diteropong”. Dibandingkan dengan metode konvensional, di mana pasien dibedah dengan sayatan yang lebar di sekitar perut untuk pengangkatan kista, metode laparoskopi merupakan metode terkini (Gold Standard) dalam dunia kedokteran.

Laparoskopi merupakan teknik pembedahan atau operasi yang dilakukan dengan membuat dua atau tiga lubang kecil (berdiameter 5-10 milimeter) pada dinding perut pasien. Satu lubang pada pusar digunakan untuk memasukkan sebuah alat yang dilengkapi kamera untuk memindahkan gambar dalam rongga perut ke layar monitor, sementara dua lubang yang lain untuk instrumen bedah yang lain. Pada suatu keadaan mungkin dibutuhkan lubang tambahan.  Bahkan saat ini ada kemajuan pembedahan laparoskopi dimana lubang yang digunakan hanya satu yang dibuat pada pusar pasien. Tindakannya dinamakan Single Port Laparoscopy. Secara kosmetik akan jauh lebih baik seakan tidak pernah dilakukan tindakan operasi sebelumnya! Selanjutnya dokter akan menggunakan gas karbondioksida (CO2) untuk mengembangkan rongga perut sehingga mudah melakukan tindakan. Namun ada pula teknik yang melihat langsung tanpa gas dengan mengangkat kulit dinding perut dengan alat khusus (gasless laparoscopy). Teknik anestesi/pembiusan yang digunakan umumnya anestesi umum.

Laparoskopi dapat digunakan untuk mendiagnosis adanya kelainan (Laparokopi Diagnosik/LD) atau dapat pula melakukan tindakan operasi tertentu (Laparokopi Operatif/LO). Pada kasus ginekologi saat ini perkembangan tindakan Laparoskopi sangatlah pesat. Tindakan yang dapat dilakukan adalah: diagnosis untuk melihat adanya kelainan pada kasus infertilitas (susah punya anak), melihat saluran telur (tuba) dan memperbaiki bila ada kelainan,  pembebasan perlengketan, sterilisasi, operasi hamil di luar kandungan, pengangkatan kista, mioma, bahkan dapat melakukan tindakan yang besar seperti pengangkatan rahim (histerektomi) dan operasi radikal pada kanker kandungan.

LAPAROSKOPI

Selain meminimalkan risiko, Laparoskopi mempercepat pemulihan dan mengurangi nyeri luka pascaoperasi, mempersingkat waktu rawat inap sehingga hanya dalam satu atau dua hari saja pasien sudah dapat pulang dan melakukan aktivitasnya, permukaan perut pasien tidak akan memerlukan jahitan yang lebar sehingga tidak mengurangi estetika.

Teknik laparoskopi umumnya digunakan untuk pembedahan di bidang penyakit kandungan (ginekologi), namun digunakan juga untuk bedah umum (seperti pengangkatan usus buntu), bedah saraf/otak, jantung, dan ortopedi.

26 COMMENTS

  1. selamat malam dokter,
    saya ingin menanyakan,kira kira kisaran biaya laparoskopi operatif untuk PCOs berapa ya? karena sy pernah dengar, penderita PCOs dapat sembuh dengan LO. terimakasih.

  2. reni
    PCO pengalaman saya sih diprogram alalu dipecahkan telurnya berhasil baik. operasi laparoskopi bisa juga dilakukan. biaya silakan hubungi RS Brawijaya 021_7211337

  3. sore dok saya sinta dari bali..apa tidak ada cara lain selain operasi lasparascopy? sya ada kendala penyumbatan d saluran rahim..apa tidak ada cara alternatif dok?

  4. ibu Sinta
    kalo saya ada penyumbatan bisa dicoba SIS, diatermi tapi tergantung dari gambaran HSG nya nah ini saya harus lihat langsung

  5. Sore dok,saya ingin mencari second opinion,,utk PCOs,apabila sdh dberikan terapi obat tetapi msh terdapat sel2 telur bantet apakah dengan tindakan laparaskopi merupakan tindakan yg terbaik.Apakah ada solusi lain?mungkin seperti suntik.Bagaimana dgn efek sampingnya?thanks dok

  6. Dok, saya Agatha Umur saya 19 Tahun. Saya mau tanya apakah lasparascopy itu tidak boleh dilakukan kepada wanita yang masih perawan ?
    memang kenapa dok?

  7. Pagi dok mau tanya saya ada miom sebesar 4,5 cm dan kista 3,5 cm dan masa sulit ovarium apa jalan yg terbaik ya dok di operasi atau progam punya anak dulu

  8. malam dokter, saya perempuan usia 42 tahun, sedang menderita myoma yang lebih dari 5 buah. paling besar 5 cm. kata dokter ini indikasi untuk histerektomy. saya tertarik dengan laparaskopi histerek tomy, apakah efek sampingnya yang terburuk dan tingkat keberhasilaannya.
    juga berapa biaya yang harus saya persiapkan dengan total untuk pelaksanaan operasi ter sebut. terima kasih sebelumnya ya dr prima

  9. endang, kalo banyak agak masalah dengan histerktomi per laparoskopi walaupun masih mungkin coba cek dulu ya

  10. reni
    tergantung kondisi tumornya pada pemeriksaan usg. saluran telur, spermanya

  11. Dok.. Saya Liza, 31 thn, Suami 30 thn, kami tinggal di solok sumatera barat. kami sudah menikah 2,5 thn, namun blm dikaruniai keturunan.. Kami sudah ke dr fertilitas di padang, hsl USG sy ada miom 1,5 cm di pinggir tuba, hasil tes sperma suami Oligoasthenoterazoospermia. saya direkomendasikan dr utk laparoskopi untuk melihat apakah ada perlekatan atau tidak di tuba, sy blm di HSG krn mnrut dr, lgsg laparoskopi biar lebih jelas dan tidak 2 x tindakan. pertanyaannya apakah ada alternatif lain selain laparoskopi dok? mengingat biaya laparoskopi yg tdk sdkit.. terimakasih dok atas jawabannya..

  12. lisa, wah saya harus periksa langsung.. kecil sih kistanya bisa aja tdk perlu operasai

  13. Dok, Saya berusia 30th, baru menikah selama 3 bulan. Bulan lalu saya memeriksakan diri ke dokter karena periode haid saya 2 kali. hasil pemeriksaan menyatakan ada miom dalam rahim sebesar 10cm. dokter menyarankan untuk operasi.
    yang ingin saya tanyakan, laparoskopi bisa dilakukan untuk miom sebesar itu dok?
    terima kasih.

  14. Dokter, usia saya 36 dan suami 38, menikah 6 th, pernah inseminasi 3 kali (juni dan des 12, Jun 2013)di 2 Rs berbeda dan gagal. Pemeriksaan awal rahim retro dan suspect endometriosis sedangkan suami terato dgn pgerakan normal 4%, krn gagal Insem disarankan bayi tabung mengingat usia. Kira2 dirsmtp bisa bayi tabung nggak ?äâ dok? Brp kisaran biayanya.? Perlukah laparoskopi dan brp pula biayanya?
    Terima kasih.

  15. pudji, untuk bayi tabung (ovum pick up dan embiro transfer) kami lakukan dengan rumah sakit yang kerjasama. untuk tindakan apa yang diperlukan saya harus periksa langsung

  16. Dokter,usia saya 33 thn,saya sdh 10thn menikah blm dikaruniai anak dan tdk pernah hamil.Sdh keberbagai dokter semua mengatakan saya dan suami normal,hanya ada 1 dokter yg mengatakan saya ada adenomyosis(setelah dilaparoskopi),apa sebabnya dokter yg lain mengatakan saya normal?(dokter yg lain tdk menggunakan laparoskopi,tp memakai USG transvaginal).Apakah ada cara utk melihat apakah sperma dan telur sdh bertemu?krn selama ini saya tdk pernah tau.mungkin pernah bertemu tp gugur.Apakah keguguran itu bisa bersamaan dgn darah haid? Terima kasih.

  17. Dok.. mau tanya.. kakak ipar saya ada miom 3cm dan kista 5cm… mau oprasi tpi mengidap ASD pada jantung… apakah tetap bisa melakukan laparoskopi ??? Terima kasih sebelumnya..

  18. Dok, saya usia 43 tahun. sejak nikah 7 tahun lalu jalani promil.saya peenah ILEtS krn inveksi sehigga keputihan. stlh itu dinyatakan normal. Hasil pemriksaan saya dinyatakan retro. hsil pemeriksaan hsg baik. usg transvaginal jg baik. saya beberapa kali terlambat haid dan tes progesteron pd hari ke-14 naik 2X lipat dibandingkan saat terlambat haid 1 minggu. Hari ke-15 saya flek slama 1 minggu, tapi tdk setiap hari. 3 hari flek, berhenti, flek lagi. hari ke-25 saya mengeluarkan darah super banyak. apa benar saya abortus? slama tlat haid, 1 minggu skali priksa dan diberi asam dolat dan penguat. sekarang saya disarankan laparascopi. Dulu saya pernah ikut program bayi tabug, namun tdk sampai tahap ET. tidak terjadi pembuahan. suami saya oligosperma, jmlh dan yg gerak lurusbmaju di bawah normal. Mohon pencerahan. terima kasih

  19. Baiknya diskusi dengan dokter yg periksa.. Saya harus lihat kasusnya langsung

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here