ginekologi estetik

kategori ini membahas bagaimana mendapatkan kecantikan paripurna bagi wanita tidak hanya tubuh yang tampak namun juga organ intim wanita

Kandungan

kategori ini membahas penyakit dan pengobatan kelainan pada kandungan, anatomi wanita,kontrasepsi, seksologi dan kesehatan wanita secara umum

Kehamilan

kategori ini membahas tentang seluk beluk kehamilan; sebelum hamil, selama hamil, persalinan dan masa nifas juga mengupas masalah infertilitas dan ultrasonografi kebidanan

Pembedahan

kategori ini akan membahas tindakan operasi (pembedahan) pada bidang obstetri dan ginekologi

Seksologi

kategori ini membahas permasalahan seksualitas pasangan khususnya wanita

Home » Pembedahan

Mengatasi kista ovarium dan kista endometriosis dengan Laparoskopi di Brawijaya Women & Children Hospital

Submitted by on Tuesday, 7 September 201034 Comments

Pengertian kista adalah adanya pembesaran organ tertentu yang berisi cairan. Dalam istilah medis pembesaran dikenal juga sebagai tumor. Kista ovarium (indung telur) adalah pembesaran dari  indung telur yang berisi cairan. Isi dari kista bisa cairan jernih atau berisi stuktur yang lebih kental, bertekstur  dan kompleks. Istilah kista digunakan untuk membedakan tumor yang padat. Kista simpleks berisi cairan dan lebih bersifat jinak sedangkan kista yang lebih kompleks dengan adanya massa padat lebih cenderung bermasalah. Pemeriksaan USG dapat membedakan kedua jenis kista tersebut.

Adanya kista pada indung telur tidak selamanya bermakna buruk. Setiap bulan setiap wanita yang masih menstruasi memproduksi sel telur yang berkembang dalam kantung telur (folikel) yang  berisi cairan disebut juga folikel dominan. Diameter folikel yang matang tersebut  bisa mencapai 2 cm. Kista yang demikian adalah kista yang normal/fisiologis. Terkadang dalam siklus haid tidak terjadi ovulasi. Folikel ini terus akan berkembang hingga sebesar jeruk. Walaupun pada akhirnya kistanya dapat pecah dengan sendirinya. Setelah ovulasi folikel yang pecah berubah menjadi korpus luteum yang dapat juga membentuk kista (kista luteum).  Pada saat seorang wanita diperiksa kandungannya dan didapati adanya kista maka umumnya ia akan menjadi khawatir. Banyak pertanyaan yang berkembang, apakah bisa menjadi kanker ? apakah harus dioperasi ?

Kista yang tidak bermasalah (kista fungsional) ditegakkan apabila pada pemeriksaan USG didapatkan (1) kista sederhana tanpa struktur internal.(2) hanya pada satu sisi (3) diameter kurang dari 3-5 cm (4) terjadi pada seorang wanita berovulasi atau pada wanita kehamilan awal (5) tidak ada adanya nodul/benjolan atau cairan di panggul (6) tidak ada keluhan nyeri. Apabila ditemukan terjadi demikian maka dapat dilakukan pemeriksaan ulang pada 1 bulan kemudian. Lebih baik dilakukan saat haid. Kista fungsional biasanya akan hilang dengan sendirinya

Apabila ditemukan kista dengan bagian padat maka sebaiknya dilakukan pemeriksaan secara hati-hati dengan pemeriksaan USG untuk melihat adanya peningakatan arus darah dalam tumor. Bisa pula dilakukan pemeriksaan penapisan adanya keganasan dengan pemeriksaan penanda tumor (tumor marker) Ca 125. Selain itu kista yang muncul pada wanita menopause harus dianggap berbahaya sebelum dibuktikan tidak. Biasanya dilakukan tindakan pembedahan.

Apabila kista telah berukuran 5 cm atau lebih dan ada kecurigaan adanya keganasan maka tindakan operasi sangat dianjurkan untuk memastikan adanya bahaya.

kista endomterium USG

Endometriosis
Salah satu jenis kista indung telur yang tersering adalah kista endometriosis. Endometriosis adalah suatu kondisi di mana jaringan mirip selaput lendir rahim (endometrium) tumbuh diluar rahim. Biasanya jaringan ini menempel pada panggul (implan). Karena berisi jaringan mirip endometrium maka struktur ini mengikuti pola siklus menstruasi. Ketika terjadi menstruasi jaringan endometriosis akan juga mengeluarkan darah. Pada implan yang ada pada rongga panggul akan menimbuklan rasa nyeri dan dapat memicu terjadinya perlengketan organ kandungan, usus dan sekitarnya. Implan yang ada pada indung telur lama kelamaan akan menimbulkan bendungan darah yang akhirnya membentuk kista (tumor berisi cairan kecoklatan) sehingga kista endometriosis acapkali disebut juga sebagai kista coklat.

ksita coklat

Pengobatan endometriosis biasanya dengan menekan hormon dari siklus haid. Penekanan dapat diberikan pengobatan secara oral dengan pil KB misalanya atau dengan menggunakan preparat suntik KB yang tiga bulanan. Penekanan hormon menyebabkan haid berhenti. Endometrium menjadi tidak berkembang. Demikian pula yang terjadi pada implan endometriosis. Terjadi atrofi atau pengecilan ukuran kista yang terjadi. Selain itu juga dikenal pengobatan dengan suntikan Gonadotropin Releasing Hormone agonist (GnRH agonist).

Dalam banyak kasus, evaluasi bedah dapat dilakukan dengan Laparoskopi. Laparoskopi prosedur pembedahan yang dilakukan secara minimal invasive, menggunakan kamera melalui teleskop yang dimasukkan melalui lubang kecil yang dibuat pada dinding perut. Tindakan ini beda dengan pembedahan konvensional yang dilakukan sayatan pada dinding perut. Keuntungan tindakana laparoskopi adalah tindakan dengan teknik yang halus, handling minimal dan proses penyembuhan yang lebih cepat.

Dr Prima Progestian, SpOG dari Brawijaya Women and Children Hospital di Jakarta mengemukakan bahwa di Indonesia tindakan operasi Laparoksopi pada bidang ginekologi sudah cukup maju. Tindakan pengangkatan kista endometriosis dapat dilakukan dengan mudah, bahkan saat ini dapat dilakukan pengangkatan rahim (histerektomi) dengan laparoskopi.

Pada kista endometriosis jika pengobatan baik secara oral ataupun suntik tidak berhasil dengan baik maka tindakan bedah merupakan jalan terakhir. Namun perlu diingat bahwa setelah pembedahan potensi untuk terjadinya kekambuhan sebesar 20 %.

34 Comments »

  • rina said:

    Saya sdh usg dan hasilnya ada myom serta kista coklat nya jg. Disaat haid rasa sakitnya amat sangat. Apakah saya bisa segera dioperasi saat saya sedang menstruasi? Atau menunggu selesai menstruasi? Terimakasih sebelumnya

  • Dr. Prima Progestian, SpOG said:

    rina, operasi dilakukan setelah mens.kalo ingin saya lakukan tindakan bisa kontrol dulu ke rs brawijaya

  • Wiwik said:

    Dokter, setelah usg saya ada kista ovarium uk. 2,4cm. tidak ada nyeri/sakit/lemas. hanya saja menstruasi hampir 3 minggu kadang sedikit,kadang banyak. apakah perlu operasi?
    terimaksih

  • Dr. Prima Progestian, SpOG said:

    wiwik, coba cek usg tv saat mens kalo ada kistanya bisa sih di observasi tiap 3-6 bulan

  • ian said:

    dr sy sdh periksa dn ternyata ada kista berdiameter 3,4cm. seblm usg sy sering mrasa sakit di bagian pinggang seblh kiri dn sering mengalami mual…. apakah itu tdk berbahaya Dr ataukah hrus d oprsi? mengingat sy ingin hamil. mohon info dr Dr. tks

  • Dr. Prima Progestian, SpOG said:

    ian, coba cek usg transvaginal saat mens lihat kistanya gmn

  • yuniarti said:

    di ovarium kanan ada kista darah dg uk 2,64 x3,90×3,4 cm dan ovarium kiri kista simpleks dg uk 4,19×2,93×3,56cm. tes Ca 125 hasilnya 15 apakah perlu di operasi/dibuang rahimnya atau hanya diambil kistanya saja??

  • Dr. Prima Progestian, SpOG said:

    yuniarti, saya harus periksa langsung usg tv

  • Balqes said:

    Dokter , saya mw kosultasi , saya punya penebalan dinding rahim , Dan stiap saya haid menang sakit , saya drawat 4 Bln Dan kata ny jalan satu2 ny hanya kuratase , tp saya Blm pernah Hamil apa tindakan itu bentar .
    Dokter Ada ny dimana ? Gimana saya mau contact dokter

  • Dr. Prima Progestian, SpOG said:

    Balqes, coba datang lagnsung ke praktek ya. saya harus cek langsung

  • Nisa said:

    Selamat pagi dok. Prima, Sy Nisa. Baru 4 bln menikah dan setelah menikah, menjelang dan hari 1 & 2 menstruasi, perut bawah sy sakit sekali dan keras serta kadang terasa mual,lalu masa menstruasi sy pun jadi lebih pendek dr biasanya. Sy sdh cek ke dokter dan saat pengecekan ke 2 dilakukan di saaat sy sedang mens menggunakan usg tv. Menurut dokter yg memeriksa, hanya ada infeksi/peradangan pada saluran indung telur. lalu sy diberi antibiotik dan obat peradangan/ibuprofen. sy sdh meminum itu selama 2 bulan (dalam 1 bulan, obat hanya utk 1-2minggu). Bulan ini sy tdk mengkonsumsi obat apapun, namun walau tidak terasa terlalu sakit seperti dulu, masih ada rasa ngilu di perut bawah dan perut bawah sy terasa sangat keras dan membengkak pada hari 1& 2 mens, dan pada bulan ini sebelum keluar darah mens, didahului dengan lendir coklat yg jg tidak terlalu sedikit. Hari ini mens sy sdh tidak keluar, padahal baru hari ketiga. Pertanyaan sy, menurut dokter apakah gejala2 tsb menunjukkan ada indikasi kista atau penyakit lainnya? dan apakah saat pemeriksaan usg atau usg tv lebih baik saat mens / saat sy sedang sakit2nya? dokter saat ini di brawijaya, praktek pada hari dan jam brapa?krn sy berencana mencari 2nd opinion. tks sebelumnya,semoga dokter berkenan menjawab.

  • Dr. Prima Progestian, SpOG said:

    nisa, saya hrus periksa langsung dg usg. di jadwal praktek bisa klik di http://www.drprima.com/praktek

  • ovi said:

    Dr. Prima sy mw konsul, 2minggu yg lalu sy cek rahim utk promil,pd saat itu sy sdg haid hari ke2. Hasil usg transvaginal menunjukkan ada infeksi di rahim, tapi bersih tdk ada kista. Setelah itu sy mnjalani pngobatan injeksi staxone slm 12x. Sy cek lg,ktnya infeksi rahim blm sembuh total tp ad kondisi perbaikan. Trus ktnya sy ad kista 3,9cm. Apakah mungkin dlm waktu 2minggu kista bs berkembang secepat itu? Mohon infonya ya dok, trimakasih:)

  • Dr. Prima Progestian, SpOG said:

    ovi, bisa aja walo jarang. saya hrus lihat/periksa sendiri usnya

  • Icha said:

    Selamat siang dokter.
    Dr Prima , saya mau konsul. Nama sayaIcha, saya seorang mahasiswa dan belum pernah menikah.
    Dr,8 bulan yang lalu saya mengalami rasa nyeri yg sangat amat di saat menjelang akan menstruasi, dan di hari itu juga saya memutuskan unk periksa ke dr kandungan dan usg ,dan dr mendiagnosa ada kista endomtriosis di sebelah kiri dng ukuran 3,5 cm Dan sy tidak di berikan obat apapun. Kemudian 8 bln kemudian sy melakukan usg lg, lalu kista endometriosis nya membesar menjadi 4 cm Dan tumbuh kista multilokuler 1,09 cm. dan lamanya menstruasi sy setiap bulan hanya 2 sampai 3 hari. Apakah kista dan siklus menstruasi tersebut berbahaya dr? Dan tindakan apa yg harus saya lakukan dokter?Terima kasih

  • Dr. Prima Progestian, SpOG said:

    icha, mungkin perlu operasi

  • Tina Savitri said:

    Selamat Pagi, dr. Prima.

    saya mau konsul, Nama saya Tina, saya seorang mahasiswa dan belum menikah.
    2 bulan yang lalu saya USG dan terkena kista endometriosis ukur 3,1 cm, dokter memutuskan untuk operasi laparoskopi.
    dr. Prima apakah ada alternatif lain atau tindakan lain selain operasi dikarenakan saya belum menikah, mohon konfirmasinya ya dok, terima kasih.

  • Dr. Prima Progestian, SpOG said:

    tina, saya harus lihat kasusnya, pake obat ada dimungkinkan juga. kalo operasi ga ada kaitannya dg nikah atau tidak sama aja

  • rani said:

    dr. Prima, saya punya kista ukuran 6x5cm awalnya tapi baru saya ketahui akir2 ini, blm mnikah..dan selama ini saya memang tidak mengalami nyeri haid, kalo jadwal haid iya memang tidak teratur dan bahkan sampai tidak haid 5 bln juga pernah. Stelah tau ada kista, sya di kasih obat kalnex dan metformin karena saya pendarahan terus dan katanya saya dikasih metformin bukan krn diabetes tp utk kestabilan hormon…setlah 3 bulan mnm obat, kemarin usg lagi ukuran turun jdi 5x5cm, walaupun saya masih pendarahan n sampai lemas banget gara2 kurang darah…dok yg ingin saya tanya, apakah operasi wajib d lakukan kalau udah kondisi spt ini? Ataukah ada kemungkinan akan turun diameternya dok? Saya sdh tes ac125 jg dan hasilnya 4,7…apakah saya harus terus konsumsi obat itu n usg terus tiap bulan? Makasiih dok..

  • Linda Lumenta said:

    dok, minta informasinya ya…kemarin sy usg ternyata ada kista katanya di sebelah kiri.ukurannya 4,2 ,tapi sy gak ngerti itu foto hasil usg nya yg mana yg menunjukkan ukuran kistanya. di hasil foto usg nya di bagian bawah kiri ada keterangan rt ov-L 3.86cm rt ov-H 4.20 cm d 7.40 cm rt ov-w 0.00cm itu apa artinya ya dok? makasih sebelumnya untuk perhatiannya dok

  • Dr. Prima Progestian, SpOG said:

    linda saya ga tau karena ga periksa. Rt ov artinya ovarium kanan tapi kan bs aja salah. ke dokternya aja lagi

  • leilasari said:

    Dear dr Prima
    saya telah menjalani laparoscopy kista endometriosis sekitar 1.5 thn lalu…bbrp bln terakhir ini saya merasa haid yg lbh sakit dari biasanya..bhkn setelah haid selesai saya msh merasakan sakit. Apakah mgkin kista trsb tumbuh kmbali? Bisakah diatasi dgn teraphi hormon atau obat2an.
    thanks N regards L.Sari

  • Dr. Prima Progestian, SpOG said:

    leilasari, baiknya cek dokter

  • Dr. Prima Progestian, SpOG said:

    rani, operasi aja

  • esti said:

    dok saya mahasiswi kebidanan, saya mau tanya mengenai hasil lab PA tersebut. menurut dokter, dari hasil lab PA tersebut, kista tersebut termasuk jenis kista apa ya dok?

    Hasil diagnosa klinis : kista ovarii bilateral.
    a. Asal jaringan : kista ovarium, endoserviks, dan endometrium.
    b. Makroskopis
    1) Keterangan Kista Ovarii
    2 buah jaringan masing-masing ukuran 6 x 2,5 cm, tebal dinding 0,2 cm dan 3,5 x 2 x 1 cm berupa lembaran.
    2) Keterangan Endoserviks
    Jaringan pecah belah ± 1,5 cc warna coklat kehitaman dan kenyal.
    3) Keterangan Endometrium
    Jaringan pecah belah ± 2,5 cc warna coklat dan kenyal.
    c. Miksroskopis
    1) Jaringan dinding kista tanpa epitel pelapis. Stroma tampak sembab dengan area perdarahan.
    2) Jaringan endoserviks dengan stroma tampak sembab dan disebut sel radang kronis.
    3) Jaringan endometrium dengan gambaran kelenjar hiperplasia dengan sel-sel epitel kelenjar masih monomorf. Stroma tampak seluler dan disebut sel radang kronis, sebagian invasi kedalam lumen kelenjar. Tidak didapatkan tanda ganas.
    d. Kesimpulan
    1) Ovarium : Kista perdarahan sesuai dengan
    endometriosis externa.
    2) Kuretase Endoserviks : Cervisitis kronis

    3) Kuretase Endometrium : Hiperplasia kelenjar endometrium dan
    endometritis kronis.

  • Dr. Prima Progestian, SpOG said:

    esti, hasilnya ada kista endometriosis, serviks ada infeksi, endomerium ada hiperplasia. ke dokter nya lagi aja

  • esti said:

    maaf dok tempo lalu saya sudah menanyakan ke dokternya namun dokter tersebut tidak menjelaskan secara detail dan hanya menjelaskan bahwa kista tersebut jinak dan tidak ganas.
    maaf dok, menurut dokter prima kista tersebut termasuk dalamklasifikasi kista endometriosis? atau bagaimana dok?saya masih bingung dalam mencari klasifikasi kista tersebut.
    mohon solusinya dok.
    terimakasih.

  • Dr. Prima Progestian, SpOG said:

    esti, ya tanya lagi dong dokternya suruh baca hasil pemeriksaan patologi (PA), saya mana tau

  • Dini Islami said:

    Salam Dok, sy udah usia 20 tahun. ada rahim namun yg sy ingin tanyakan kalau tidak ada ovarium bagaimana yah cara mengobatinya? ditunggu jawabannya dok makasih sebelumnya

  • Dr. Prima Progestian, SpOG said:

    dini, kalo ga ada ovarium ya ga bisa diapa-apain lagi.

  • Nurul ria said:

    Dear dr. Prima.. saya nurul 23 thun, blm mnikah.
    Sebulan yg lalu saya priksa usg ad miom sbesar 1,2 cm, kalau dteng bulan sangat sakit. Saya d kasih obat visanne, dteng bln saya jd lama namun hanya flek coklat, stelah habis mnum obat visanne selama sebulan saya priksa lg, hasil usg miom masih sbesar 1,2 cm, lalu saya d beri obat visanne lg d mnum saat hari prtama haid, namun sampai skrg sudah telat haid 5 hari saya tidak datang bulan. Kenapah saya tidak haid yah dok?

  • Dr. Prima Progestian, SpOG said:

    nurul, wah saya ga tau harus periksa

  • tety said:

    Dokter,sebulan yg lalu saya laparotomi kista ovarium kanan,10 hari kemudian saya buka perban dan dokternya blg ternyata saya kista endometriosis dan harus suntik tapros 2x (6 bln),yg ingin saya tanyakan apakah kista ovarium dengan kista endometriosis sama,krn diagnosa yg berubah?terima kasih

  • Dr. Prima Progestian, SpOG said:

    tety, kista ovariumnya berjenis endometriosis.

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.