ginekologi estetik

kategori ini membahas bagaimana mendapatkan kecantikan paripurna bagi wanita tidak hanya tubuh yang tampak namun juga organ intim wanita

Kandungan

kategori ini membahas penyakit dan pengobatan kelainan pada kandungan, anatomi wanita,kontrasepsi, seksologi dan kesehatan wanita secara umum

Kehamilan

kategori ini membahas tentang seluk beluk kehamilan; sebelum hamil, selama hamil, persalinan dan masa nifas juga mengupas masalah infertilitas dan ultrasonografi kebidanan

Pembedahan

kategori ini akan membahas tindakan operasi (pembedahan) pada bidang obstetri dan ginekologi

Seksologi

kategori ini membahas permasalahan seksualitas pasangan khususnya wanita

Home » Kehamilan

Panduan dalam menyimpan ASI

Submitted by on Monday, 24 May 201013 Comments

Air Susu Ibu (ASI) adalah makanan terbaik dan utama bagi bayi. Sangat dianjurkan untuk memberikan ASI eksklusif pada bayi selama 6 bulan pertama. Sebaiknya ASI diberikan sesuka bayi memintanya, apabila si bayi tidur sebaiknya dibangunkan untuk disusui setiap 3 jam.

Pada era wanita bekerja saat ini pemberian ASI tidak bisa diberikan secara penuh. Namun bukan berarti pemberian ASI dihentikan dan digantikan dengan susu formula /susu pengganti ASI (PASI). Ibu dapat memerah susunya secara manual atau dengan menggunakan pompa. ASI dapat disimpan dan diberikan kemudian ke bayi. Seberapa lama ASI bisa disimpan tanpa ada perubahan komposisi pada kandungan protein, asam lemak, keasaman, kadar bakteri ?

Cara penyimpanan ASI

  1. ASI bisa disimpan menggunakan wadah penyimpanan tertutup dari kaca atau plastik yang tidak mengandung zat kimia bisphenol A.
  2. Jangan menyimpan ASI dalam botol dengan dot sebagai penutup.
  3. Tiap wadah diberi label tanggal dan jam penyimpanan
  4. Setiap menaruh stok baru, simpan wadah di tempat paling belakang lemari pendingin
  5. Apabila sudah digunakan ASI jangan disimpan kembali.

Cara mencairkan ASI

  1. Gunakan ASI yang disimpan lebih lama terlebih dahulu.
  2. Bayi boleh diberi ASI dalam keadaan dingin, setara dengan suhu ruang, atau  dihangatkan.
  3. ASI dicairkan dengan meletakkannya pada kulkas semalam sebelum akan digunakan atau hangatkan dengan menaruhnya pada wadah berisi air hangat.
  4. Merendam botol di dalam baskom / mangkuk yang berisi air panas (bukan mendidih)
  5. Jangan merebus ASI secara langsung dalam panci, microwave
  6. Goyang-goyang wadah ASI untuk mencampur kembali krim yang memisah, dan untuk menyebarkan hangatnya. Jangan diaduk.
  7. Jangan menggunakan ASI yang sudah digunakan.

Jangka waktu penyimpanan ASI

  1. ASI disimpan dalam botol pada suhu ruangan dapat digunakan dalam waktu 4 -6 jam.
  2. ASI dapat disimpan dalam termos dengan es batu atau menggunakan tas pendingin (cooler bag) tertutup dengan ice pack selama 24 jam
  3. ASI disimpan dalam lemari pendingin dengan suhu 4 derajat Celsius tanpa berkurang kualitasnya selama 5-8 hari. Sebaiknya diletakkan pada bagian belakang karena disana suhu yang paling dingin.
  4. Bila freezer menjadi satu dengan kulkas (kulkas 1 pintu) dengan suhu -15 derajat Celsius, maka ASI dapat bertahan selama 2 minggu
  5. Bila freezer berbeda pintu dengan kulkas bawah (kulkas 2 pintu) dengan suhu -18 derajat Celsius, maka ASI dapat bertahan 3 – 6 bulan.
  6. Bila menggunakan freezer khusus seperti chest freezer atau upright manual defrost deep freezer yang jarang dibuka dengn suhu -20 derajat Celsius, maka ASI dapat bertahan 6 – 12 bulan.

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.