Kehamilan dan Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)

6
3519

Kehamilan merupakan fase yang begitu indah dalam kehidupan seorang wanita. Ini adalah satu langkah dimana kelak ia akan menjadi seorang ibu. Harus dipahami, ada beberapa kondisi yang menjadikan kehamilan berisiko tinggi. Salah satu risiko dan komplikasi yang mungkin timbul selama kehamilan adalah tekanan darah tinggi (hipertensi).

Kehamilan dengan tekanan darah tinggi harus mendapat pengawasan tenaga medis yang kompeten. Namun demikian, selama tekanan darah dapat terkontrol dengan baik, maka Anda tidak perlu khawatir.

Ada beberapa kategori darah tinggi (hipetensi) selama masa kehamilan :

  • Hipertensi kronis

Penyakit ini adalah jenis darah tinggi yang muncul sebelum masa kehamilan atau sebelum kehamilan usia 20 minggu. Namun, karena darah tinggi tidak memiliki gejala yang jelas, maka sulit diketahui kapan penyakit itu dimulai.

  • Hipertensi gestasional

Darah tinggi dimulai ketika usia kehamilan 20 minggu atau lebih. Tidak terdapat kerusakan pada organ pada awalnya dan protein tidak berlebihan pada urin. Terkadang, ada wanita yang mempunyai darah tinggi gestasional akhirnya mengalami preeklampsia.

  • Preeklampsia

Preeklampsia ini adalah kondisi darah tinggi disertai dengan permasalahan di organ ibu dan menimbulkan kebocoran protein pada ginjal terjadi proteinuria (protein yang terdeteksi pada pemeriksaan urin). Jika hal ini tidak segera diatasi dengan baik, maka akan fatal akibatnya. Preeklampsia merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi pada ibu hamil dan melahirkan.

  • Hipertensi kronis dengan preeklampsia (Preeklampsia superimposed)

Kondisi ini terjadi pada wanita yang mempunyai darah tinggi kronis sebelum kehamilan kemudian berkembang menjadi lebih buruk. Selain itu, bisa muncul berbagai komplikasi lainnya selama masa kehamilan.

Mengapa darah tinggi saat kehamilan merupakan masalah?

  • Aliran darah yang lebih rendah ke plasenta

Darah merupakan kendaraan lalu lintas makanan dan bahan lainnya dalam tubuh seseorang. Begitu pula bagi ibu hamil, darah menjadi kendaraan mengangkut nutrisi ke plasenta. Jika aliran darah melambat, maka nutrisi dan oksigen yang disuplai kurang. Kemungkinan pertumbuhan janin lambat, berat lahir kurang atau prematur.

  • Solusio plasenta

Terjadinya preeklamsia dapat meningkatkan risiko solusio plasenta. Ini adalah sebuah kondisi dimana plasenta terpisah dari dinding rahim sebelum masa melahirkan. Solusio plasenta yang sangat berat dapat menyebabkan pendarahan dan mengancam jiwa, baik bagi ibu maupun janin.

Seorang wanita yang mengalami preeklampsia mempunyai risiko untuk terkena penyakit jantung dan pembuluh darah di kemudian hari. Apalagi, jika orang tersebut pernah mengalami preeklampsia sebelumnya dan melahirkan prematur.

  • Kelahiran prematur

Pada penderita preeklampsia sering mengalami persalinan prematur jika tekanan darah tinggi tidak terkontrol. Hal ini bertujuan untuk mencegah berbagai komplikasi lanjutan.

Itulah beberapa fakta terkait dengan kehamilan dan darah tinggi, semoga bermanfaat!

6 COMMENTS

  1. Maaf dok saya nanya lg di kesempatan yg ini.Kemaren pas tanggal 10 oktober sya brhubungan badan sm psgn saya lalu tgl 11 oktober beliau Haid. Nah tapi saya belom sempat penetrasi udah keluar, tapi keluarnya itu gak di lobang vagina, agak jauh dari lobang vagina. Apakah bisa menimbulkan hamil? Mohon pencerahannya dok.dan masa subur dan tidak subur kapan terjadinya?

  2. Arie, selama ada penetrasi sperma bisa sdh ada yg keluar tidak semuanya saat ejakulasi jadi masih bisa hamil jika pada masa subur juga

  3. Lalu untuk bulan november ini kemaren psagn saya sudah haid mulai tgl 10-16 sudah bersih, sehabis haid kok malah sering nglamin pusing yg berkepanjangan, udah 4 hari brlangsung sakit kepalanya dok. Lalu juga ngerasain perut sakit rasanya kayak di jepit, pdhal baru saja slesai haid, dan kami belom melakukan HB. Apakah hamil dok?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here