Bagaimana terjadi kehamilan ektopik dan penanganannya ?

18
1075

Salah satu kondisi kehamilan dini yang membutuhkan penanganan khusus adalah kehamilan ektopik (KE) atau dikenal juga sebagai kehamilan diluar kandungan. Kehamilan ektopik adalah tumbuhnya hasil konsepsi di luar rongga rahim. Kondisi ini disebabkan oleh sel telur yang sudah dibuahi oleh sel sperma tidak masuk dan menempel pada dinding rahim ibu. Sel telur yang dibuahi menempel pada dinding saluran tuba falopi, sehingga tuba falopi akan mengalami pembesaran seiring dengan besarnya janin. Jika sudah tidak mampu lagi meregang maka tuba yang membesar berisi hasil konsepso akan pecah. Maka kejadian ini dinamakan sebagai kehamilan ektopik terganggu (KET).

Kehamilan_ektopik

Faktor risiko kehamilan ektopik :

  • Pernah mengalami kehamilan ektopik sebelumnya
  • Merokok, di masa lalu ataupun sekarang. Semakin tinggi porsi merokok, semakin tinggi pula risiko mengalami kehamilan ektopik
  • Riwayat radang panggul, bisa disebabkan oleh infeksi gonorea (sebuah infeksi menular seksual) ataupun chlamydia (infeksi bakteri pada alat reproduksi bagian atas)
  • Endrometriosis yang menyebabkan jaringan parut pada saluran tuba
  • Paparan kimia jenis dietilstilbestrol sebelum anda dulu dilahirkan

 Untuk dapat penanganan yang tepat secepatnya, Anda harus mengetahui gejala-gejala yang ditimbulkan oleh kehamilan ektopik ini, antara lain :

  • Pendarahan pada vagina
  • Nyeri pada bagian perut dan panggul
  • Tanda kehamilan muda (5- 8 minggu)
  • Sakit pada saat berhubungan intim
  • Dapat mengalami pingsan/syok

 Gejala-gejala kehamilan normal pada umumnya tetap terjadi pada wanita dengan kehamilan ektopik, sehingga pada usia kehamilan dini, kehamilan ektopik ini sulit terdeteksi. Wanita yang mengalami kehamilan ektopik juga akan mengalami gejala-gejala seperti berhentinya periode menstruasi, payudara mengembang, kelelahan, mual dan meningkatnya frekuensi buang ari kecil.

 Pemeriksasan kehamilan ektopik

 Untuk memastikan apakah Anda mempunyai masalah kehamilan ektopik, Anda harus segera memeriksakan kehamilan ke dokter kandungan. Dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan seperti pemeriksaan panggul, USG transvaginal dan pemeriksaan darah. Melalui pemeriksaan tersebut, akan ditemukan beberapa kondisi yang mengarahkan anda pada kehamilan ektopik atau tidak. Pemeriksaan panggul dilakukan untuk mendeteksi dan melihat penyebab nyeri panggul, melihat perkembangan rahim dan apakah ada massa di daerah panggul. Pemeriksaan USG akan mendeteksi bahwa tidak ada embrio di dalam janin atau tidak. Pemeriksaan darah dilakukan untuk melihat perkembangan hormon kehamilan, apakah meningkat sesuai dengan usia kehamilan atau malah berada di bawah rata-rata.

Penanganan kehamilan ektopik

 Tatalaksana yang akan diambil oleh dokter tergantung jenis bahaya dan usia kehamilan. Jika kehamilan ektopik dideteksi dalam waktu lebih awal, dokter akan melakukan tindakan pemberian obat untuk menahan perkembangan embrio. Jika kehamilan sudah dirasa cukup besar, maka dokter akan mengambil tindakan operasi. Jika anda mempunyai gejala-gejala yang mengarahkan Anda pada kehamilan ektopik, hubungi dokter Anda secepatnya karena harus dilakukan tindakan yang benar dalam waktu yang tepat.

18 COMMENTS

  1. dokter, saya tgl 24/8/2014 melkukan operasi KET yg tjd di sluran tuba sebelah kanan,setelah sebelumnya sy melahrkan secara SC di agustus 2011 (3th lalu) kira2 bisakah sy hamil lagi scr normal (tdk ektopik lg)n kira2 butuh berapa lama setelah operasi ini, dan apakah stlh operasi KET ini saya termasuk dlm msa nifas (usia kehamiln 6minggu pd saat operasi KET) terima kasih.

    Rgrd
    Sari

  2. .dok ,saya berumur 20thn ,dan kehamilan saya umurnya 10minggu ,tapi akhir2 ini saya merasakan pendarahan yang sering di sertai dengan darah hitam kental seperti darah haid keluar dari maaf*miss V saya
    apakah itu berdampak buruk ?
    Apakah janin saya baik2 saja dok ?
    Terima kasih

  3. Dok, sy menjalani operasi KE tuba kiri pd 8 nov lalu, usia kehamilan 6 minggu. Sempat mendapat suntikan penghambat pertumbuhan janin, tapi keesokan harinya sy dan suami menerima saran dokter kami untuk segera operasi.

    Meski belum sampai terjadi perdarahan atau pecah, usai operasi, dengan alasan agar tidak kembali terjadi kehamilan ektopik kiri pasca pengangkatan janin, dokter kami menjelaskan tuba kiri telah dipotong dan diikat. Usia sy kini 36 th dengan riwayat infertilitas 6 tahun. Thn 2012 sempat hamil namun mengalami BO karena TORCH. Hasil pemeriksaan darah kehamilan dengan TORCH menyatakan saya sdh sembuh dan sehat untuk hamil.

    Mohon penjelasan/ pendapat dokter :
    1. apakah memang benar-benar perlu tindakan pemotongan tersebut ?
    2. sy trauma pada KE. Jika saya hamil lagi, apakah mungkin akan terjadi KE pada tuba kanan? Meskipun setelah operasi dokter kami menyatakan tuba kanan sy berfungsi baik?

    Terima kasih.
    Salam.

  4. ayu, sulit sya memberikan komentar karena tdak lihat langsung kasusnya. KE kanan bisa saja terjadi. kalo saya lakukan SIS

  5. Maaf dok, diluar topik…
    mau nanya, apa yang akan dilakukan oleh seorang dokter apabila menemui masalah misal saja pada proses pembuahan, sel sperma dapat menembus ovum, namun inti sel sel sperma tidak dapat keluar dari selaput yang membungkusnya sehingga tidak bisa membuahi inti sel ovum.
    mohon jawabannya!

    salam
    (anak SMA yang ingin tahu)

  6. miatin, gima taunya sel sperma tidak dapat keluar ? ga bisa tau. jadi ga ada yg dilakukan

  7. SELAMAT MALAM DOK…
    KAMI ADA SUATU PERTANYAAN TENTANG KE YG MANA KAMI SUDAH USG DAN TES KEHAMILAN NYA ITU NEGATIF . TAPI SBELUMNYA 2 X KAMI TES KEHAMILAN POSITIF.
    APAKAH KAMI BENAR- BENAR MENGALAMI KE????
    TERIMAKASIH,,,,

  8. selamat siang dok,

    saya mau nanya dok:

    Kakak saya, sudah 7 tahun menikah namun belum dikaruniai anak, tp, sekarang lagi mengandung lebih kurang 6 minggu, satu minggu yang lalu, dia merasakan nyeri pinggang yang hebat, sehingga untuk berjalanpun sangat sulit, dan akhirnya harus diopname, ketika di USG, janin didalam kandungannnya belum kelihatan, masih terlihat kantung kehamilannya saja, ternyata di luar rahimnya juga ada kista sebsar 2.7, dan yang paling emmbuat kwatir adalah, ditemukannya pembuhan yang terjadi diluar kandungan yaitu di saluran fallopi.
    Jadi, ketika USG kemaren, terlihat kehamilan ganda, yang pertama terdapat didalam rahim dan yang kedua di saluran fallopi.

    Apa yang harus dilakukan dok dengan kehamilan tersebut dok?
    Apakah bisa tetap dipertahankan?
    Bagaimana dengan janin yang difallopinya, apakah memang benar itu janin? apakah bisa dikeluarkan tanpa menggantu janin yang ada dirahim?
    bagaimana juga dengan kistnya dok?
    Mohon bantuan dan penjelasannya.

    Terimakasih.

    Bst Rgrds,
    Regina

  9. dok
    istri saya mengalami kehamilan ekopik, apakah janin yang ada didalamnya bisa berkembang sampai usia 9 bulan?

  10. novianto, sangat jarang. bisa terjadi yang dinamakan kehamilan abdominal

  11. Dokter saya mau tnya kehamilan sya sudah 10minggu terakhir kontrol ke dokter yg biasa nangani kondisi janin bagus dan ada didlm rahim.setelah 2minggu kmudian terjadi kram perut tiba2,dn sya bw kedokter lain krn dokter yg biasa nangani lg study ke jawa.nah dokter tersebut tiba2 sja bilang bhwa sya hmil ektopik dn hrs sgera dioperasi.yg mau sya tnyakan apa bisa hmil yg awalnya dirahim tiba2 sja ada diluar kandungan.mhon infonya dok.

  12. Wah ini sih harus diperiksa yg benar.karena bisa bahaya kalo bener ektopik. Kontrol

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here