ginekologi estetik

kategori ini membahas bagaimana mendapatkan kecantikan paripurna bagi wanita tidak hanya tubuh yang tampak namun juga organ intim wanita

Kandungan

kategori ini membahas penyakit dan pengobatan kelainan pada kandungan, anatomi wanita,kontrasepsi, seksologi dan kesehatan wanita secara umum

Kehamilan

kategori ini membahas tentang seluk beluk kehamilan; sebelum hamil, selama hamil, persalinan dan masa nifas juga mengupas masalah infertilitas dan ultrasonografi kebidanan

Pembedahan

kategori ini akan membahas tindakan operasi (pembedahan) pada bidang obstetri dan ginekologi

Seksologi

kategori ini membahas permasalahan seksualitas pasangan khususnya wanita

Home » Kehamilan

Apa Komplikasi Plasenta Previa, Bahayakah ?

Submitted by on Saturday, 1 January 20116 Comments

Komplikasi yang mungkin dialami kehamilan dengan plasenta previa adalah:

Salah satu masalah terbesar plasenta previa adalah adanya perdarahan yang hebat baik terjadi sebelum atau selama persalinan hingga beberapa jam setelah melahirkan. Setelah persalinan harus dipastikan tidak ada perdarahan banyak karena otot pada segmen bawah rahim yang tipis kurang mampu menjepit pembuluh darah yang terbuka setelah plasenta dilahirkan.
Perdarahan hebat dapat menyebabkan syok hingga kematian ibu. Perdarahan banyak sering kali membutuhkan transfusi darah.

Kelahiran prematur. Perdarahan hebat dapat terjadi saat kehamilan masih belum cukup bulan. Hati-hati jika kehamilan telah menginjak bulan ke 7-8. Adanya gangguan pada plasenta seperti kontraksi rahim, tindakan mengangkat berat atau naik turun tangga, dan hubungan intim dapat menyebabkan perdarahan. Jika terjadi perdarahan banyak membutuhkan tindakan emergensi operasi sesar. Apabila terjadi tindakan sebelum cukup bulan maka ada risiko bayi prematur seperti distres pernafasan (bayi sesak) karena paru-paru belum matang, berat janin kurang, anemia bayi karena perdarahan banyak.

Placenta akreta. Letak plasenta di segmen bawah rahim dapat mengakibatkan plasenta berimplantasi / menempel dalam dan kuat pada dinding rahim. Masalahnya adalah segemen bawah rahim merupakan daerah yang sempit dan ketebalan otot rahim yang tipis. Sehingga dapat plasenta menempel erat pada rahim,untuk lepas setelah bayi lahir. Sehingga sering terjadi perdarahan hebat dan kadang membutuhkan tindakan pengangkatan rahim (histerketomi) untuk menyelamatkan nyawa ibu.

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.