ginekologi estetik

kategori ini membahas bagaimana mendapatkan kecantikan paripurna bagi wanita tidak hanya tubuh yang tampak namun juga organ intim wanita

Kandungan

kategori ini membahas penyakit dan pengobatan kelainan pada kandungan, anatomi wanita,kontrasepsi, seksologi dan kesehatan wanita secara umum

Kehamilan

kategori ini membahas tentang seluk beluk kehamilan; sebelum hamil, selama hamil, persalinan dan masa nifas juga mengupas masalah infertilitas dan ultrasonografi kebidanan

Pembedahan

kategori ini akan membahas tindakan operasi (pembedahan) pada bidang obstetri dan ginekologi

Seksologi

kategori ini membahas permasalahan seksualitas pasangan khususnya wanita

Home » Kandungan

Vaksinasi HPV: pencegahan primer terhadap kanker serviks

Submitted by on Tuesday, 15 June 20102 Comments

Imunisasi adalah salah satu cara mencegah dan membasmi penyakit . Sejak program imunisasi digiatkan sejak tahun 1974, banyak penyakit seperti cacar, polio difteri, campak, batuk rejan, dan tetanus menurun tajam. Selain itu belakangan ini muncul vaksinasi terhadap bakteri Streptococcus pneumoniae yang menyebabkan radang paru sampai meningitis, bakteri Haemophilus influenzae type B (HiB) penyebab penyakit sama, rotavirus penyebab diare, dan yang terbaru adalah penyebab kanker serviks.

Sejak diketahui secara jelas bahwa HPV sebagai penyebab kanker serviks, era pencegahan secara primer dimulai. Pencegahan primer adalah tindakan yang dilakukan agar tubuh kita jangan sampai terkena infeksi penyakit. Caranya adalah dengan menghindari faktor penyebab infeksi atau dengan imunisasi.

Vaksinasi HPV merupakan cara pencegahan primer untuk menghindari teridapnya kanker serviks. Memang benar infeksi alamiah dapat merangsang terbentuknya antibodi spesifik terhadap penyakit tertentu. Namun hal ini tidak efektif pada HPV karena sifat yang khusus seperti virus ini sangat kuat terhadap terpaan fisik, hanya hidup pada selaput lendir serviks/tidak masuk ke peredarah darah sistemik tubuh dan tidak merangsang antibodi atau sel pertahanan tubuh secara luas. Sehingga respon antibodi alamiah tubuh menjadi rendah. Maka tubuh kita masih rentan terhadap infeksi HPV.

Oleh sebab itu vaksinasi secara berulang dibutuhkan untuk merangsang tubuh membentuk antibodi (kekebalan tubuh) yang kuat untuk melindungi tubuh dari serangan virus HPV yang akan masuk. Antibodi akan menangkap virus yang akan masuk ke dalam tubuh sehingga tubuh terhindar dari infeksi HPV.

Idealnya vaksinasi diberikan sebelum adanya bahaya infeksi HPV. Seperti diketahui pada 70 persen kasus, infeksi HPV menyebar melalui hubungan seksual dan HPV dapat menginfeksi semua orang.  Maka pemberian vaksinasi pada masa sebelum kontak seksual merupakan saat paling baik. Vaksin ini memang belum masuk program nasional imunisasi, tetapi Satgas Imunisasi IDAI merekomendasikan untuk memberikan vaksin HPV pada remaja perempuan sejak usia 10 tahun. Yang perlu ditekankan adalah, vaksinasi ini paling efektif apabila diberikan pada perempuan berusia 9 sampai 26 tahun yang belum aktif secara seksual. Namun bukan berarti wanita yang sudah menikah atau berhubungan seksual tidak boleh mendapatkannya. Hanya saja angka proteksinya tidak setinggi pada golongan sebelumnya.

Vaksin diberikan sebanyak 3 kali dalam jangka waktu tertentu (bulan ke 0,1,dan 6). Dengan vaksinasi, risiko terkena kanker serviks bisa menurun hingga 75%.

vaksinasi hpv

Vaksin ini telah diuji pada ribuan wanita di seluruh dunia. Hasilnya tidak menunjukkan adanya efek samping yang berbahaya. Efek samping yang sering ditemukan adalah kemerahan, nyeri,bengkak di tempat suntikan, atau demam. Vaksin ini sendiri tidak dianjurkan untuk wanita hamil. Namun, ibu menyusui boleh menerima vaksin ini.

Vaksinasi merupakan metode deteksi dini sebagai upaya mencegah kanker serviks. Melalui vaksinasi semakin besar kesempatan disembuhkannya penyakit ini dan semakin besar kemungkinan untuk menekan angka kasus kanker serviks yang mengancam kaum perempuan.

Ayo cegah kanker serviks sekarang juga !

2 Comments »

  • ina said:

    Dok, saya mau nanya.
    Bagi wanita yang sudah melakukan hubungan seksual tapi belum menikah, ada yang harus dilakukan gak sebelum melakukan vaksin hpv ini?
    Pemeriksaan atau apa gitu?
    Makasih dok :)

  • Dr. Prima Progestian, SpOG said:

    ina
    sebaiknya lakukan pap smear dilakukan setelah mens tapi jangan berhubungan dulu

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.