ginekologi estetik

kategori ini membahas bagaimana mendapatkan kecantikan paripurna bagi wanita tidak hanya tubuh yang tampak namun juga organ intim wanita

Kandungan

kategori ini membahas penyakit dan pengobatan kelainan pada kandungan, anatomi wanita,kontrasepsi, seksologi dan kesehatan wanita secara umum

Kehamilan

kategori ini membahas tentang seluk beluk kehamilan; sebelum hamil, selama hamil, persalinan dan masa nifas juga mengupas masalah infertilitas dan ultrasonografi kebidanan

Pembedahan

kategori ini akan membahas tindakan operasi (pembedahan) pada bidang obstetri dan ginekologi

Seksologi

kategori ini membahas permasalahan seksualitas pasangan khususnya wanita

Home » Kandungan

Sel telur : dari janin hingga menopause

Submitted by on Friday, 14 May 2010110 Comments

Sel telur atau ovum manusia diproduksi oleh indung telur (ovarium) sejak masa janin. Sel bakal telur (sel promordial) mulai berkembang dengan mengadakan pembelahan pada usia kehamilan 3 bulan. Pembelahan terhenti pada suatu fase yang bertahan hingga akil balik dimulai. Sel telur seakan “tidur” menanti waktunya tiba untuk membentuk individu baru. Ia mulai berkembang kembali pada saat akil balik dan menjadi sempurna pada saat sel telur dibuahi.

Selama janin dalam kandungan, jumlah sel telur dapat mencapai 7 juta buah dan secara perlahan berkurang hingga 2 juta buah pada saat bayi dilahirkan. Pada masa pubertas hanya 400.000 buah yang tertinggal dan sepanjang masa usia subur seorang wanita hanya mengeluarkan 400 sel telur.

Sebagian besar sel telur tidak digunakan bahkan banyak yang mengalami kegagalan pematangan dan kerusakan /kematian (degenerasi/atresia). Apabila sel telur telah habis diproduksi, seorang wanita mengalami mati haid atau menopause.

Dalam proses penciptaan manusia baru, sel telur berfungsi membawa informasi genetik yang berasal dari Ibu. Sedangkan sperma membawa gen yang berasal dari ayah. Sehingga ketika sel telur dan sel sperma bersatu gabungan informasi genetik menjadi kesatuan baru bagi  anak yang dilahirkan kelak.

Sel telur manusia tidak bisa diperbaharui. Sekali terbentuk pada masa janin, selesai sudah. Indung telur tidak akan membentuk sel telur baru. Sehingga pada saat dewasa sel telur matang yang diproduksi setiap bulannya berasal dari masa janin yang bertumbuh kembang. Akibatnya semakin tua seorang wanita maka peluang adanya kelainan pada “mainboard” informasi genetiknya menjadi lebih besar. Semakin tua seorang wanita saat hamil kemungkinan terjadinya anak dengan kelainan/kecacatan  seperti sindroma down atau lainnya semakin besar.Batasan usia reproduksi sehat bagi wanita berkaitan dengan kesehatan sel telur adalah 35 tahun.

Sel telur akan terus dikeluarkan oleh indung telur hingga masa menopause, dimana jumlahnya sangat sedikit dan tidak ada lagi sel telur yang bisa berfungsi dengan baik karena faktor usianya. Umumnya menoupause berkisar pada usia 45-55 tahun. Rata-rata wanita Indonesia mengalami menopause pada usia 48 tahun.

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.