ginekologi estetik

kategori ini membahas bagaimana mendapatkan kecantikan paripurna bagi wanita tidak hanya tubuh yang tampak namun juga organ intim wanita

Kandungan

kategori ini membahas penyakit dan pengobatan kelainan pada kandungan, anatomi wanita,kontrasepsi, seksologi dan kesehatan wanita secara umum

Kehamilan

kategori ini membahas tentang seluk beluk kehamilan; sebelum hamil, selama hamil, persalinan dan masa nifas juga mengupas masalah infertilitas dan ultrasonografi kebidanan

Pembedahan

kategori ini akan membahas tindakan operasi (pembedahan) pada bidang obstetri dan ginekologi

Seksologi

kategori ini membahas permasalahan seksualitas pasangan khususnya wanita

Home » Kandungan

Obat yang digunakan sebagai induksi ovulasi (penyubur indung telur)

Submitted by on Saturday, 27 April 20136 Comments

Dalam proses pengobatan gangguan kesuburan (infertilitas) ada beberapa obat yang digunakan untuk merangsang pembentukan sel telur (ovulasi) sehingga kapan masa subur dapat diprediksi. Proses ini dinamakan induksi ovulasi

Clomiphene citrate Obat ini digunakan untuk merangsang perkembangan sel telur di indung telur. Obat diminum secara oral mulai hari haid ke 2-4. Obat Ini merupakan golongan antiestrogen yang menyebabkan kelenjar hipofisis melepaskan lebih banyak FSH dan LH yang merangsang pertumbuhan folikel pada indung telur. Klomifen sitrat juga meningkatkan fertilitas dalam wanita yang berovulasi normal, dan sering digunakan sebagai pengobatan awal untuk infertilitas yang tidak dijelaskan. Klomifen sitrt merupakan pilihan pertama dalam proses induksi ovulasi

Gonadotropin. Obat ini biasanya digunakan untuk kasus yang gagal diobati dengan klomifen sitrat atau terapi kombinasi saat menjalani proses inseminasi intrauterin (IUI) ataupun bayi tabung. Gonadotropin secara langsung merangsang kelenjar hipofisis melepaskan lebih banyak FSH dan LH. Jenisnya ada yang merupakan rekombinan FSH (murni) atau yang mengandung kombinasi FSH dan LH (hMG). Sebagai penguat klomifen sitrat umumnya dilakukan penyuntikan pada hari mens ke 6-11.

Gonadotropin korionik, atau HCG. Obat ini biasannya digunakan bukan sebagai “pembesar “ sel telur namun sebagai “pemecah” sel telur  agar berovulasi pada saat sel telur yang sudah berukuran ideal untuk ovulasi (diameter folikel 18 mm atau lebih). Obat disuntikkan setelah pengobatan dengan klomifen, hMG atau FSH. Sebelum disuntikkan sebaiknya dilakukan pemeriksaan USG transvaginal pada saat hari haid ke 12 untuk melihat perkembangan sel telur.

Letrozole. Termasuk kelas obat-obatan yang dikenal sebagai inhibitor aromatase. Letrozole, juga dikenal sebagai obat untuk mengobati beberapa kanker payudara, dapat menyebabkan terjadinya ovulasi. Namun penggunaannya masih belum sesering klomifen sitrat .

Metformin. Obat ini sebetulnya bukan obat induksi secara langsung yang bekerja meningkatkan hormon yang memproduksi sel telur di kelenjar hipofisis otak. Namun umumnya digunakan ketika terjadi proses gangguan ovulasi karena kelainan metabolisme insulin ke dalam sel telur (meningkatnya resistensi insulin), biasanya terjadi pada wanita dengan diagnosa sindroma ovarium polikistik (PCOS). Metformin menormalkan kadar insulin dan membuat ovulasi lebih mungkin terjadi. Jadi bekerja secara tidak langsung memperbaiki ovulasi.

6 Comments »

  • santi said:

    Dok, saya mau tanya…
    Dari obat2 di atas, obat yg di kasih oleh dokter kandungan saya nama nya “inlacin 50mg”
    Saya sudah komsumsi obat itu hampir 3bulan ini, tiap hari nya 2tablet
    Cuma dr hasil pemeriksaan, sel telur saya hanya sebesar 12mm pada saat hari ke 12 haid, kalo dlm keadaan normal, sel telur saya hanya 9mm
    Menurut dokter obat yg di berikan oleh dokter kandungan saya ini bagus atau tidak, karena pd saat konsul ke empat, saya minta di berikan alternatif obat lain, tp tidak di setujui oleh dokter saya.
    Menurut dokter apakah saya harus berganti dokter kandungan yg lain atau tetap meneruskan komsumsi obat inlancin ini ya dok
    Karena saya dan suami sudah ingin sekali memiliki momongan…
    Trimakasih

  • Dr. Prima Progestian, SpOG (author) said:

    Santi,

    Anda bisa lanjutkan pengobatannya, namun saya tidak tahu pasti sejauh mana kemungkinan hamil tanpa melakukan pemeriksaan dan melihat semua data yang anda miliki.

  • filza chairani said:

    Dok, lgkh utama yg hrs saya lakukan? Bagi sya Penderita pcos? Dengan berat badan 75kg,,,
    Apa saya hrs diet dahulu? Dan stlh turun, barulah program ke dokter kandungan?
    Saya menikah sudah hampir 2thn, tp blm jg hamil.
    Mohon pencerahannya dok,,,
    Thx

  • Dr. Prima Progestian, SpOG (author) said:

    Filza, bisa dilakukan secara simultan kok, harus dicek menyeluruh suami+istri

  • azain said:

    Dok, perut sy sedikit membesar,Dan dibahagian bawah perut ada benjolan tapi saya tak mengandung. Dah 1 tahun saya menikah

  • Dr. Prima Progestian, SpOG (author) said:

    azain, coba diperiksa USG

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.