ginekologi estetik

kategori ini membahas bagaimana mendapatkan kecantikan paripurna bagi wanita tidak hanya tubuh yang tampak namun juga organ intim wanita

Kandungan

kategori ini membahas penyakit dan pengobatan kelainan pada kandungan, anatomi wanita,kontrasepsi, seksologi dan kesehatan wanita secara umum

Kehamilan

kategori ini membahas tentang seluk beluk kehamilan; sebelum hamil, selama hamil, persalinan dan masa nifas juga mengupas masalah infertilitas dan ultrasonografi kebidanan

Pembedahan

kategori ini akan membahas tindakan operasi (pembedahan) pada bidang obstetri dan ginekologi

Seksologi

kategori ini membahas permasalahan seksualitas pasangan khususnya wanita

Home » Kandungan

Kapan periksa dokter agar bisa hamil ?

Submitted by on Saturday, 29 January 20112 Comments

Infertilitas adalah ketidakmampuan pasangan untuk hamil. Apabila dalam 1 tahun pasangan yang berhubungan intim secara rutin 2-3 kali seminggu, tidak menggunakan kontrasepsi belum juga kunjung hamil maka mereka termasuk dalam kategori infertilitas.

Ada banyak kemungkinan penyebab infertilitas. puluh persen karena faktor istri, tiga puluh persen karena faktor masalah suami dan sisanya merupakan kombinasi keduanya.

DiIndonesia ketika faktor keluarga merupakan masalah keluarga besar, maka adanya anak merupakan salah satu faktor yang acap kali menjadi perbincangan. Faktor kapan punya anak sering juga dikaitkan dengan kapan punya cucu dan sebagainya, jadi faktor sosial kultural ikut mendominasi. Sering kali faktor ini membuat adanya kekhawatiran dan keinginan punya anak sesegera mungkin menjadi tujuan awal perkawinan.
Bila merujuk dari definisi pasangan dapat dengan sabar menunggu hingga 12 bulan sebelum memutuskan untuk mencari pertolongan/pengobatan. Faktor usia istri menjadi salah satu patokan terpenting dalam keberhasilan hamil. Ada beberapa kondisi yang dapat dijadikan pedoman kapan pasangan perlu memeriksakan diri ke dokter kandungan untuk tujuan mendapatkan kehamilan.

Kapan periksa ke dokter kandungan ?

  • Jika wanita berada di awal 30-an atau lebih muda, disarankan untuk bersabar dan berusaha selama setidaknya satu tahun sebelum melakukan pemeriksaan dan pengobatan.
  • Jika wanita berusia 35-40 tahun, pasangan dapat pergi ke dokter setelah 6 bulan mencoba.
  • Jika wanita berusia lebih dari 40 tahun segera ke dokter untuk diperiksa bagaimana fungsi fertilitas kedepannya.
  • Jika wanita memiliki masalah pada sistem reproduksinya seperti haid tidak teratur, ada radang panggul, nyeri haid atau adanya kista endometriosis, adanya tumor kandungan lain, keguguran berulang atau riwayat kanker maka segera berkonsultasi.

2 Comments »

  • Aulia said:

    Slmt siang dok..
    Sblmx sy prnh hamil dluar kandungan pd thn 2013.. Kemudian sy di oprasi laparascopy oleh dokter yg menangani sy.. S’bln stlh opersi itu sy hamil.. Namun tdk hy bbrp minggu telatx sy keguguran kmbli..
    N di bln desember 2015 sy hamil kmbli..
    Nmn keguguran lg stlh bbrp hari kemudian..
    Sy rnyakan dokter yg menangani sy knp penyebab sy keguguran berulang.. To dokter trsbt hnya menjawab tidak papa..
    Sy pun akhrx gnt dokter laen lg..
    N skrg dokter trsbt menyuruh sy melakukan tes HSG stlh beliau mengecek rahim sy melalui transvaginal n rahim sy dikatakan bgs z
    Yg sy tanyakan..
    Apa kaA sy ttp hrs melakukan cek HSG itu dok..
    Trima kasih

  • Dr. Prima Progestian, SpOG (author) said:

    Kalo saya ga ush hsg, cukup SIS

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.