ginekologi estetik

kategori ini membahas bagaimana mendapatkan kecantikan paripurna bagi wanita tidak hanya tubuh yang tampak namun juga organ intim wanita

Kandungan

kategori ini membahas penyakit dan pengobatan kelainan pada kandungan, anatomi wanita,kontrasepsi, seksologi dan kesehatan wanita secara umum

Kehamilan

kategori ini membahas tentang seluk beluk kehamilan; sebelum hamil, selama hamil, persalinan dan masa nifas juga mengupas masalah infertilitas dan ultrasonografi kebidanan

Kesehatan anak

kategori ini membahas permasalahan kesehatan bayi hingga masa kanak

Pembedahan

kategori ini akan membahas tindakan operasi (pembedahan) pada bidang obstetri dan ginekologi

Home » Kandungan

Cegah kanker serviks dengan Pap smear

Submitted by dr. Prima Progestian, SpOG on Sunday, 13 June 20102 Comments
Cegah kanker serviks dengan Pap smear

Ada kabar gembira berkaitan dengan kanker serviks. Telah diketahui secara pasti bahwa penyebabnya adalah infeksi Human Papilloma Virus (HPV). Kanker serviks bukanlah penyakit yang terjadi secara tiba-tiba. Pada serviks terjadi perubahan bentuk dan perangai sel-sel yang tampak sebagai lesi prakanker serviks. Perjalanan penyakit sejak infeksi HPV hingga terjadi kanker serviks mencapai 3-20 tahun! Sehingga sesungguhnya rentang waktu yang tersedia cukup panjang untuk mengamati perubahan serviks dan mencegah agar jangan sampai terjadi kanker serviks.

hpv perjalanan penyakit2

Kanker serviks dapat dicegah dengan melakukan pemeriksaan untuk mendeteksi adanya kelainan secara dini. Tindakan ini disebut sebagai pencehan sekunder. Salah satu pemeriksaan yang dapat dilakukan adalah Pap smear [baca pap smir] atau tes Pap.

Caranya dengan melakukan pemeriksaan Pap smearsecara rutin bagi wanita yang telah menikah atau  melakukan hubungan seks. Pap smear pada dasarnya dilakukan  untuk mendeteksi adanya kanker serviks. Karena makin dini terdeteksi, makin mudah kanker serviks disembuhkan.

Pemeriksaan Pap smear dilakukan pada saat setelah menstruasi selesai. Dilakukan dengan mengambil sel yang telah terlepas dari serviks menggunakan alat khusus pada saat pemeriksaan dalam oleh tenaga medis.

pap1

pap2

Kemudian bahan pemeriksaan dilakukan pewarnaan dan diperiksa dengan mikroskop untuk mengetahui adanya kelainan pada serviks. Pemeriksaan Pap smear tidak menimbulkan rasa sakit dan dilakukan dalam waktu singkat.

sitologi serviks

Bila tidak ada kelainan, biasanya pemeriksaan diulang sedikitnya setahun sekali. Namun bila ditemukan kelainan, sebaiknya dilakukan pemeriksaan lanjutan oleh dokter kandungan. Dokter akan melakukan konfirmasi menggunakan alat pembesaran yang dinamakan kolposkopi. Apabila diperlukan dokter akan melakukan tindakan pengobatan dengan pendinginan (cryotherapy) atau pembedahan pada serviks.

Selain Pap smear ada bentuk pemeriksaan lain sebagai pencegahan sekunder antara lain: thin prep, papnet,  inspeksi visual asam asetat (IVA), servikografi dan kolposkopi.

Jadi, dengan pemeriksaan rutin, kanker serviks bisa dideteksi sejak dini. Deteksi dini membuat kanker lebih mudah dan murah diatasi dengan kemungkinan sembuh lebih besar.

2 Comments »

  • Safira said:

    Pak Dokter….
    Kalau saya mau pap smear sebaiknya selesai haid berapa hari? Bisakah lebih dari 1 minggu? makasih

  • prima said:

    bu safira,
    - boleh dilakukan kapan saja diluar masa haid, namun sebaiknya 3-4 hari jangan berhubungan intim sebelum pap smear

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.