ginekologi estetik

kategori ini membahas bagaimana mendapatkan kecantikan paripurna bagi wanita tidak hanya tubuh yang tampak namun juga organ intim wanita

Kandungan

kategori ini membahas penyakit dan pengobatan kelainan pada kandungan, anatomi wanita,kontrasepsi, seksologi dan kesehatan wanita secara umum

Kehamilan

kategori ini membahas tentang seluk beluk kehamilan; sebelum hamil, selama hamil, persalinan dan masa nifas juga mengupas masalah infertilitas dan ultrasonografi kebidanan

Pembedahan

kategori ini akan membahas tindakan operasi (pembedahan) pada bidang obstetri dan ginekologi

Seksologi

kategori ini membahas permasalahan seksualitas pasangan khususnya wanita

Home » Kandungan

Apakah haid saya normal ?

Submitted by on Thursday, 20 May 2010No Comment

Haid atau menstruasi merupakan pertanda bahwa seorang anak perempuan telah memasuki masa akil balik menuju proses kedewasaan. Rata-rata haid dimulai pada usia 11-13 tahun. Apabila pada usia 16 tahun belum mendapatkan haid sebaiknya memeriksakan diri ke dokter.

Timbulnya haid merupakan awal aktifnya masa reproduksi sedangkan berhentinya haid menandakan berhentinya kemampuan bereproduksi (menopause). Seorang wanita tentu mengharapkan memiliki haid yang normal dan teratur yang menandakan fungsi reproduksi yang normal.

Darah haid bukanlah merupakan “kotoran” dalam artian sebenarnya. Haid merupakan bagian dari selaput lendir (mukosa) rahim yang meluruh karena tidak adanya kehamilan. Selama satu siklus haid mukosa rahim bertumbuh dan berkembang menebal menjadikan bantalan yang empuk dan kuat untuk proses menempelnya janin pada dinding rahim. Apabila tidak didapatkan kehamilan maka selaput yang menebal tersebut copot dan luruh yang ditandai dengan keluarnya darah melalui vagina. Terjadilah haid !

Bagaimana proses terjadinya haid ?

Proses terjadinya haid menunjukkan orkestrasi proses hormon reproduksi berlangsung dengan baik. Menunjukkan adanya komunikasi dan kerjasama yang baik antara poros yang ada di otak, indung telur (ovarium) dan rahim. Jika otak telah menunjukkan kematangan seksual maka bagian otak yang disebut hipotalamus mengeluarkan hormon pemicu yang disebut GnRH (Gonadotropin Releasing Hormon). Hormon ini merangsang kelenjar lain yang ada diotak (kelenjar hipofisis) untuk mengeluarkan hormon perangsang gonad (indung telur) memproduksi hormon kewanitaan (estrogen dan progesteron). Ketiga organ tersebut dinamakan poros hipotalamus-hipofisis- ovarium. Hormon yang diproduksi (estrogen dan progesteron) akan mempengaruhi perkembangan selaput lendir rahim.

Hipofisis mengeluarkan hormon FSH (Follicle Stimulating Hormon) merangsang pematangan folikel (sel telur) di indung telur.  Di dalam folikel terjadi produksi hormon estrogen dalam jumlah besar. Hormon estrogen akan mengakibatkan  pertumbuhan dan penebalan selaput lendir rahim. Setelah folikel berisi sel telur cukup besar dan produksi estrogen cukup, maka kadar estrogen yang tinggi memberi tanda kepada hipofisis untuk mengeluarkan hormon LH (Luteinizing Hormon). Hormon LH  akan memicu pecahnya folikel mengeluarkan sel telur (ovulasi) dan memicu korpus luteum (cangkang dari folikel yang pecah) untuk memproduksi hormon progesteron. Hormon progesteron akan melanjutkan penebalan selaput lendir rahim dan mempersiapkan makanan bagi calon janin. Apabila terjadi proses fertilisasi (bergabungnya sel sperma dan sel telur yang tumbuh menjadi janin) dan implantasi (menempelnya janin) pada rahim maka hormon progesteron dan estrogen akan terus dibentuk. Apabila tidak terjadi kehamilan maka hormon estrogen dan progesteron mendadak akan turun yang mengakibatkan selaput lendir rahim menjadi luruh. Terjadilah haid !

siklus haid
Bagaimanakah haid yang normal itu ?

Haid dikatakan normal apabila :

  1. Lamanya 2-7 hari
  2. Banyaknya rata-rata 35 ml (10-80 mL) atau ganti pembalut 2-5 buah perhari
  3. Satu siklus normal 21-35 hari (lama antara hari pertama haid bulan ini dengan bulan berikutnya)
  4. Tidak ada rasa nyeri
  5. Terdapatnya ovulasi dalam siklus tersebut

Gangguan haid (haid abnormal)

Adanya gangguan haid dan siklusnya, bisa berupa gangguan pada :

  1. Ritme (irama haid)
  2. Banyaknya darah haid yang keluar
  3. Lamanya darah haid yang keluar
  4. Perdarahan tidak teratur , dimana interval datangnya haid tidak tentu
  5. Perdarahan bercak (spotting) prahaid, pertengahan siklus dan pasca haid

Istilah medis bila ada gangguan irama haid :

  1. Polimenore    : haid terlalu sering, < 21 hari
  2. Oligomenore  : haid terlalu jarang, > 35 hari
  3. Tidak terjadi haid : Amenore
  4. Metroragia     : Perdarahan tidak teratur diluar siklus haid

Apabila ada gangguan haid berdasarkan Jumlah/banyaknya  darah haid :

  1. Hipermenore             : darah haid banyak, ganti pembalut > 5 x perhari
  2. Hipomenore               : darah haid terlalu sedikit, ganti pembalut < 2 x perhari
  3. Perdarahan bercak (spotting)

Kelainan Haid berdasarkan Lamanya darah haid yang keluar

  1. Menoragia                 : Darah haid keluar > 7 hari
  2. Brakimenore             : Darah haid yang keluar < 2 hari

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.