ginekologi estetik

kategori ini membahas bagaimana mendapatkan kecantikan paripurna bagi wanita tidak hanya tubuh yang tampak namun juga organ intim wanita

Kandungan

kategori ini membahas penyakit dan pengobatan kelainan pada kandungan, anatomi wanita,kontrasepsi, seksologi dan kesehatan wanita secara umum

Kehamilan

kategori ini membahas tentang seluk beluk kehamilan; sebelum hamil, selama hamil, persalinan dan masa nifas juga mengupas masalah infertilitas dan ultrasonografi kebidanan

Pembedahan

kategori ini akan membahas tindakan operasi (pembedahan) pada bidang obstetri dan ginekologi

Seksologi

kategori ini membahas permasalahan seksualitas pasangan khususnya wanita

Home » Kandungan

Anatomi genitalia interna wanita

Submitted by on Tuesday, 26 January 20106 Comments

Organ genitalia interna atau secara awam bisa disebut sebagai alat kelamin dalam wanita terdiri atas liang sanggama (vagina), rahim, saluran telur dan indung telur. Disebut alat kelamin dalam karena memang letaknya berada di dalam tubuh sehingga tidak terlihat dari luar. Fungsi utama organ tersebut adalah sebagai alat reproduksi (prokreasi) disamping untuk alat untuk kenikmatan seksual (rekreasi).

Organ-organ genitalia interna berada di dalam rongga panggul /pelvis. Organ ini berbatasan langsung dengan saluran kemih di bagian depan dan saluran pencernaan di bagian belakangnya. Di rongga panggul organ genitalia interna digantung ke dinding perut dan dasar panggul oleh ligamentum pada beberapa titik sehingga organ tersebut tetap pada tempatnya dapat diibaratkan sebagai orang yang sedang duduk di ayunan.

Vagina adalah saluran yang menghubungkan bagian luar tubuh (vulva) dengan rahim dan bersifat elastis (mudah meregang). Saluran ini memiliki panjang 7-10 cm dan lebar kurang dari 2,5 cm. Pada saat terjadi rangsangan seksual saluran ini akan bertambah panjang hingga 12-15 cm dan lebar 2.5-5 cm. Pada saat bersalin vagina meregang hingga diameter 10 cm agar dapat dilalui kepala dan tubuh bayi. Pada bagian dalam, liang vagina berbatasan langsung dengan mulut rahim. Fungsi vagina adalah sebagai tempat terjadinya hubungan seksual (kopulasi), jalan keluar darah haid dan persalinan.

Rahim (uterus) adalah organ yang berongga dengan dinding otot tebal berlapis tempat tumbuh kembang janin. Pada saat tidak hamil ukuran rahim sebesar telur ayam dengan ukuran panjang 7 cm dan berat sekitar 60 gram. Pada saat mendekati kelahiran rahim dapat membesar hingga mencapai bawah ulu hati dengan berat hingga 1-2 kg. Bagian paling bawah disebut mulut rahim (serviks) yang berada dalam liang vagina. Badan rahim berongga untuk proses tumbuh kembang janin dan terhubung dengan saluran telur di kedua sisi bagian atas rahim. Rahim terdiri dari otot polos yang saling bersilangan yang berkontraksi saat haid atau bersalin. Dalam rongga rahim dilapisi oleh selaput lendir rahim (endometrium) yang berguna sebagai “bantalan” bagi janin yang tumbuh. Apa bila tidak digunakan endometrium akan luruh setiap bulannya bercampur darah haid.

Saluran telur (tuba uterina falopii) adalah saluran antara rongga rahim dengan indung telur. Pada bagian ujungnya saluran telur berbentuk seperti jemari disebut fimbria berfungsi menangkap sel telur yang dilepaskan indung telur saat ovulasi. Setiap wanita yang normal memiliki sepasang di kiri dan kanan. Panjang masing-masing saluran ini sekitar 10-12 cm. Saluran telur bagian ujung, sekitar dua pertiga  panjang saluran, disebut ampula yang merupakan tempat terjadinya pertemuan antara sel telur dan sel sperma (fertilisasi). Kemudian embrio yang berkembang akan bergerak menuju rongga rahim dengan bantuan sapuan rambut-rambut getar (silia) di dinding saluran telur dalam waktu 7 hari.

Indung telur (ovarium) adalah sepasang kelenjar yang berbentuk oval kira-kira sebesar ibu jari yang merupakan tempat produksi sel telur dan hormon terutama estrogen dan progesteron (sebagian kecil memproduksi hormon kelaki-lakian (androgen) dan hormon lain seperti inhibin, follistatin dan hormon dan faktor pertumbuhan. Setiap wanita memiliki sepasang indung telur di kiri dan kanan. Sepasang indung telur ini akan bergantian memproduksi sel telur setiap bulannya. Indung telur mulai aktif bekerja pada saat mulai datangnya haid sekitar usia 10-12 tahun dan akan berhenti saat mati haid (menopause). Di dalam indung telur terdapat ratusan ribu hingga jutaan sel telur namun setiap bulan normalnya dari beberap sel telur yang berkembang hanya ada satu sel telur yang matang dan siap dibuahi.

untitled325

Penampang alat kelamin dalam wanita (potongan koronal/tampak depan)

6 Comments »

  • anggi said:

    Hallo dokter sg Anggi dr Malang. Dok, tgl 22 feb lalu sy cek SIS d RSIA Brawijaya oleh dr Prima.
    Lalu sy dikasih obat Albothyl Ovula.
    3 Hari kemudian sy br menyadari jika keluar semacam kertas
    Berwarna putih dr dlm vagina. Apakah emang begitu reaksinya ya?
    Mohon info ya dok, terima kasih..

  • Dr. Prima Progestian, SpOG said:

    Bu anggi,
    Ya memang begitu reaksinya, oke aja

  • very said:

    Pagi dok saya cuma mau nanya bagaimana caranya bikin anak saya pengantin baru dan awam , berapa kali keluarinya dalam 1 malam ? Terus apa harus rutin apa waktuwaktu tertentu
    Terima kasih dok

  • Dr. Prima Progestian, SpOG said:

    very, hubungan aja yang rutin selama 1 tahun 2-3 kali perminggu

  • ririn said:

    Dok, mau tanya vagina saya jika saya raba pake satu jari, ada teraba massa kurang lebih 3 cm, itu cervix ato massa yang tidak normal ya dok?

  • Dr. Prima Progestian, SpOG said:

    ririn coba ke praktek saya periksa. mana tau saya tanpa periksa

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.