<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dokter Kandungan - Tanda Kehamilan - Masa Subur - Cara Cepat Hamil</title>
	<atom:link href="http://drprima.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://drprima.com</link>
	<description>Informasi mengenai kandungan, kehamilan dan kesehatan anak</description>
	<lastBuildDate>Sun, 05 Sep 2010 12:25:01 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Penelitian pada bedah ginekologi estetik menunjukkan hasil yang memuaskan</title>
		<link>http://drprima.com/ginekologi-estetik/penelitian-pada-bedah-ginekologi-estetik-menunjukkan-hasil-yang-memuaskan.htm</link>
		<comments>http://drprima.com/ginekologi-estetik/penelitian-pada-bedah-ginekologi-estetik-menunjukkan-hasil-yang-memuaskan.htm#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Sep 2010 12:25:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>prima</dc:creator>
				<category><![CDATA[ginekologi estetik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://drprima.com/?p=544</guid>
		<description><![CDATA[Bedah Ginekologi Estetik merupakan cabang ilmu bedah yang relatif  baru di bidang bedah ginekogi. Tindakan rekonstruksi pada genitalia  wanita bertujuan untuk: (1) memperbaiki variasi anatomi dan gangguan  fungsi yang timbul, (2) perbaikan ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bedah Ginekologi Estetik merupakan cabang ilmu bedah yang relatif  baru di bidang bedah ginekogi. Tindakan rekonstruksi pada genitalia  wanita bertujuan untuk: (1) memperbaiki variasi anatomi dan gangguan  fungsi yang timbul, (2) perbaikan secara kosmetik organ genitalia dan  (3) meningkatkan seksualitas wanita.</p>
<p>Pertanyaan yang selalu  timbul adalah &#8220;Apakah prosedur estetika vulvovaginal dengan melakukan  operasi Labiaplasty, Vaginoplasty/Perineoplasty (&#8221;Vaginal Rejuvenation&#8221;)  dan Clitoral Hood Resection memberikan hasil memuaskan? “Mengapa wanita  mencari prosedur bedah ginekologi estetika?” selain itu muncul juga  pertanyaan siapa yang berhak melakukan prosedur ini, dan pertimbangan  faktor etik.</p>
<p>Di masa lalu, belum ada penelitian klinis yang  diakui secara medis, sebuah penelitian multisenter yang mempelajari  hasil akhir pembedahan dan kepuasan pasien dengan tindakan labiaplasty  dan prosedur bedah ginekologi estetik lainnya.</p>
<p>Pada tahun 2009  penelitian multisenter yang dilakukan oleh Michael P. Goodman dkk yang  dipublikasikan pada Journal of Sexual Medicine yang melibatkan 341  prosedur ginekologi estetik (labiaplasty, clitoral hood resection,  vaginoplsty atau kombinasinya) pada 258 wanita yang berbeda, dari 12  ahli bedah yang melakukan tindakan pada 8 negara bagian di Amerika  Serikat.</p>
<p>Hasil penelitiannya adalah:</p>
<ul>
<li> Sebagian      besar pasien (75,7%) melakukan tindakan karena  ketidaknyamanan anatomis seperti      nyeri saat berpakaian, nyeri saat  berhubungan intim.</li>
<li>Pada 53.1% karena alasan kosmetik dan 32,7% ingin      meningkatkan kepercayaan diri.</li>
<li>Pada  pasien      yang melakukan vaginoplasty sebagian besar disebabakan  masalah seksual,      ingin memuaskan pasangan dan merasa vagina yang  longgar. Namun hanya      sebagian kecil (5%) melakukan pembedahan  karena keinginan pasangannya.</li>
<li>Secara      keseluruhan 91,6% wanita puas terhadap tindakan selama 6-42 bulan follow      up</li>
<li>Pada 98,2%      wanita dan 82,2% pasangan mengalami kepuasan seksual setlah vaginoplasty</li>
<li>Pasien      yang menjalani labiaplasty dan clitoral hood resection 97,2% menyatakan      kepuasannya</li>
<li>Sangat sedikit terjadi komplikasi selama      pembedahan.</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://drprima.com/ginekologi-estetik/penelitian-pada-bedah-ginekologi-estetik-menunjukkan-hasil-yang-memuaskan.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SIndroma ovarium polikistik (PCOS)  sebagai penyebab sulit hamil</title>
		<link>http://drprima.com/kandungan/sindroma-ovarium-polikistik-pcos-sebagai-penyebab-sulit-hamil.htm</link>
		<comments>http://drprima.com/kandungan/sindroma-ovarium-polikistik-pcos-sebagai-penyebab-sulit-hamil.htm#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Aug 2010 13:40:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>prima</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kandungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://drprima.com/?p=537</guid>
		<description><![CDATA[Sindroma Ovarium Polikistik (Polycystic Ovary Syndrome /PCOS) atau juga dikenal sebagai Sindroma Stein-Leventhal merupakan salah satu gangguan hormonal yang paling sering pada wanita (5% -10% dari wanita usia reproduksi (12-45 tahun) dan diduga menjadi salah ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sindroma Ovarium Polikistik (<em>Polycystic Ovary Syndrome</em> /PCOS) atau juga dikenal sebagai Sindroma Stein-Leventhal<strong> </strong>merupakan salah satu gangguan hormonal yang paling sering pada wanita (5% -10% dari wanita usia reproduksi (12-45 tahun) dan diduga menjadi salah satu penyebab utama infertilitas wanita. PCOS diartikan sebagai kumpulan gejala akibat peningkatan hormon kelaki-lakian/androgen (hiperandrogenisme) dan adanya gangguan ovulasi tanpa disertai adanya kelainan pada anak ginjal (hiperplasia adrenal kongenital), peningkatan hormon prolaktin /produksi susu (hiperprolaktinemia) atau adanya tumor /neoplasma yang memproduksi hormon androgen.</p>
<p>Memang istilah polikistik yang berarti adanya “banyak kista” sering kali disalah mengertikan. Banyak penderita mengiran bahwa adanya “kista” berarti memerlukan pembedahan dan bahkan meningkatkan ketakutan dan kekhawatiran tentang kemungkinan kanker atau penyakit ginekologi lainnya.  Padahal istilah yang tepat adalah banyaknya folikel telur (ukuran 4- 8mm) yang tidak berkembang yang tampak pada indung telur sebagai “kista kecil-kecil”. Bukan kista yang berukuran besar yang menunjukkan adanya tumor indung telur.</p>
<p><a href="http://drprima.com/wp-content/uploads/2010/08/PCOG1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-539" title="PCOG" src="http://drprima.com/wp-content/uploads/2010/08/PCOG1.jpg" alt="PCOG" width="196" height="147" /></a></p>
<p><strong>Gejala dan Diagnosis</strong></p>
<p>Gejala yang timbul dapat bervariasi dari tanpa gejala sama sekali sampai gejala seperti infertilitas, anovulasi kronik yang ditandai dengan amenorea, oligomenorea, gangguan haid atau perdarahan uterus disfungsional, jerawat, hirsutisme/maskulinisasi, obesitas. Gejala dan keparahan sindrom sangat bervariasi di antara wanita.</p>
<p>Menurut Kriteria Rotterdam (2003) diagnosis PCOS ditegakkan apabila memenuhi 2 dari 3 gejala, (1) Adanya gangguan haid akibat sedikit hingga tidak adanya ovulasi (oligo- or anovulation) (2) Adanya tanda secara klinis atau biokimia hiperandogen atau (3) gambaran ovarium polikistik dari pemeriksaan USG.</p>
<p>Penyebab PCOS tidak diketahui secara pasti, namun diduga adanya resistansi insulin, diabetes, dan obesitas semuanya sangat berkorelasi dengan kelainan ini.</p>
<p>Wanita dengan berat badan berlebih atau obesitas punya peluang sebanyak 50%-60% mengalami  PCOS, terkait bahwa pada wanita obesitas punya kemungkinan ( karena mengalami resistensi insulin )sehingga menyebabkan kadar insulin dalam darah meningkat. Kadar insulin yang tinggi akhirnya merangsang laju androgen yang berlebihan sehingga menyebabkan maskulinisasi sepereti tubuhnya rambut dikumis, dagu, kaki, tangan yang berlebihan dan  menyerupai pola pertumbuhan rambut laki-laki.</p>
<p><strong>Sindrom ovarium polikistik dan infertilitas </strong></p>
<p>Ketidaksuburan/infertilitas adalah gejala yang sering dialami wanita yang didiagnosis memiliki sindrom ovarium polikistik. Pada penelitian didapatkan tujuh dari sepuluh wanita yang mengalami infertilitas karena gangguan ovulasi yang juga mengalami gangguan haid (2-3 bulan sekali) ternyata mengidap sindrom ovarium polikistik. Penderita mengalami gangguan keseimbangan hormon berupa peningkatan hormon Luteinizing Hormon (LH) yang menetap sehingga terjadi gangguan ovulasi. Kadar LH yang meningkat menyebabkan sel teka yang aktif menghasilkan androgen dalam bentuk androstenedion dan testosteron. Keadaan hiperandrogenik ini menyebabkan lingkungan internal folikel bersifat dominan androgen sehingga tidak dapat berkembang dan akhirnya mati.</p>
<p>Ketidakseimbangan hormon ini jugalah yang mengakibatkan mudahnya penderita sindrom ovarium polikistik yang berhasil hamil mengalami keguguran dan tidak jarang keguguran ini terjadi berulang.</p>
<p><strong>Pengobatan </strong></p>
<p>Adanya PCOS tidak berarti tidak akan hamil. Tapi mungkin berarti bahwa Anda akan memerlukan bantuan untuk membuat Anda berovulasi dengan normal. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan .</p>
<ul>
<li>Menurunkan resistensi insulin</li>
</ul>
<p>Hal ini dapat diperoleh dengan  mengendalikan/menurunkan berat badan. Diet rendah karbohidrat, berolah raga secara teratur. Selain itu dapat juga dilakukan dengan pengobatan untuk meningkatkan sensitivitas insulin dengan metformin dan thiazolidinedione (glitazones). Konsumsi metformin secara rutin akan menormalkan fungsi ovarium. Menstruasi akan normal dengan sendirinya dalam 1-2 bulan terapi.</p>
<ul>
<li>Menurunkan hormon androgen dan mengatur menstruasi.</li>
</ul>
<p>Hormon androgen yang tinggi dapat diturunkan dengan mengkonsumi obat yang mengandung cyproteron asetat (ada pada pil kb tertentu). Pil kb juga dapat membantu menormalkan komposisi hormonal yang abnormal pada PCO. Setelah beberapa bulan pengobatan selanjutnya adalah dilakukan induksi ovulasi untuk merangsang pertumbuhan sel telur.<strong></strong></p>
<p><strong>Sindrom ovarium polikistik </strong><strong>dan kesehatan jangka panjang</strong></p>
<p>Ada beberapa masalah kesehatan jangka panjang terkait dengan PCOS. Wanita dengan PCOS punya kemungkinan lebih besar mengalami diabetes mellitus dikemudian hari. Mereka juga memiliki peningkatan risiko hipertensi dan penyakit jantung.  Wanita dengan PCOS juga memiliki peningkatan risiko kanker rahim.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://drprima.com/kandungan/sindroma-ovarium-polikistik-pcos-sebagai-penyebab-sulit-hamil.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Melihat jenis kelamin dengan pemeriksaan USG</title>
		<link>http://drprima.com/kehamilan/melihat-jenis-kelamin-dengan-pemeriksaan-usg.htm</link>
		<comments>http://drprima.com/kehamilan/melihat-jenis-kelamin-dengan-pemeriksaan-usg.htm#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Aug 2010 09:37:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>prima</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kehamilan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://drprima.com/?p=529</guid>
		<description><![CDATA[Pada ibu hamil di Indonesia salah satu pertanyaan yang paling sering disampaikan saat dilakukan pemeriksaan USG adalah “jenis kelaminnya apa  dok ?” Memang benar salah satu pemeriksaan untuk menentukan jenis kelamin. Hal ini menjadi penting ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada ibu hamil di Indonesia salah satu pertanyaan yang paling sering disampaikan saat dilakukan pemeriksaan USG adalah “jenis kelaminnya apa  dok ?” Memang benar salah satu pemeriksaan untuk menentukan jenis kelamin. Hal ini menjadi penting apabila diketahui adanya kelainan yang berkaitan dengan jenis kelamin.</p>
<p>Jenis kelamin dapat dilihat dengan pemeriksaan USG paling awal apa usia kehamilan 12-14 minggu. Semakin besar janin semakin mudah memeriksa jenis kelamin janin.</p>
<p>Visualisasi jenis kelamin tergantung beberapa faktor seperti : posisi janin, jumlah air ketuban, ketebalan dinding perut ibu. Umumnya pada usia 22-24 minggu jenis kelamin lebih mudah ditentukan. Pemeriksaan jenis kelamin janin terkadang tidak bisa dipastikan. Maka ada dokter atau rumah sakit yang menolah memberitahukan jenis kelamin janin.</p>
<p><strong>Gambaran USG</strong></p>
<p>Janin laki-laki dapat ditentukan dengan tampak gambaran skrotum, testis bahkan penis.Semakin besar usia kehamilan semakin jelas dan mudah melihatnya. Penting untuk diperiksa adalah telah turunnya testis pada skrotum pada kehamilan trimester terakhir.</p>
<p><a href="http://drprima.com/wp-content/uploads/2010/08/boy-2d.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-527" title="boy 2d" src="http://drprima.com/wp-content/uploads/2010/08/boy-2d.jpg" alt="boy 2d" width="97" height="97" /></a></p>
<p>Janin perempuan tidak bisa ditentukan dari tidak adanya skrotum atau penis ! harus dicari gambaran 3 garis pada daerah genitalia (atau kadang seperti gambaran hamburger <img src='http://drprima.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><a href="http://drprima.com/wp-content/uploads/2010/08/girl-2-d.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-528" title="girl 2 d" src="http://drprima.com/wp-content/uploads/2010/08/girl-2-d.jpg" alt="girl 2 d" width="108" height="97" /></a></p>
<p>Dengan kemajuan teknologi USG 3D/4D melihat jenis kelamin menjadi lebih tepat. Walaupun tidak selalu mudah mendapatkan gambaran yang baik karena usia kehamilan, posisi janin, jumlah cairan ketuban dan ketebalan perut ibu.</p>
<p><a href="http://drprima.com/wp-content/uploads/2010/08/laki-3D.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-530" title="laki 3D" src="http://drprima.com/wp-content/uploads/2010/08/laki-3D.jpg" alt="laki 3D" width="150" height="150" /></a></p>
<p><a href="http://drprima.com/wp-content/uploads/2010/08/perempuan-3D2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-533" title="perempuan 3D" src="http://drprima.com/wp-content/uploads/2010/08/perempuan-3D2.jpg" alt="perempuan 3D" width="150" height="150" /></a></p>
<p>Namun kepastian jenis kelamin bayi akan ditentukan ketika dokter/bidan yang menolong berkata saat persalinan Selamat ya bu &#8220;anaknya laki &#8221; atau &#8220;anaknya perempuan &#8221; ..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://drprima.com/kehamilan/melihat-jenis-kelamin-dengan-pemeriksaan-usg.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pemeriksaan USG selama kehamilan</title>
		<link>http://drprima.com/kehamilan/pemeriksaan-usg-selama-kehamilan.htm</link>
		<comments>http://drprima.com/kehamilan/pemeriksaan-usg-selama-kehamilan.htm#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Aug 2010 09:05:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>prima</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kehamilan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://drprima.com/?p=521</guid>
		<description><![CDATA[Selama kehamilan, pemeriksaan yang sering dilakukan adalah pemeriksaan ultrasonografi (USG). USG telah digunakan dalam dunia medis sejak 40 tahun lalu dan memainkan peran penting dalam mendiagnosis bahkan digunakan dalam pengobatan. USG dilakukan menggunakan alat yang ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selama kehamilan, pemeriksaan yang sering dilakukan adalah pemeriksaan ultrasonografi (USG). USG telah digunakan dalam dunia medis sejak 40 tahun lalu dan memainkan peran penting dalam mendiagnosis bahkan digunakan dalam pengobatan. USG dilakukan menggunakan alat yang memancarkan transmisi gelombang suara ultrasound (frekuensi tinggi ) melalui dinding rahim (transabdominal) atau vagina (transvaginal).  Gema gelombang suara diterjemahkan komputer menjadi gambar pada layar yang menunjukkan gambaran dan perilaku janin. Jaringan keras seperti tulang tidak meneruskan /memantulkan gelombang suara sehingga menimbulkan bayangan putih di gambar,  jaringan lunak tampak abu-abu dan berbintik-bintik dan cairan tidak memantulkan gema sehingga muncul bayangan hitam. Pemeriksaan dilakukan secara real time sehingga janin dapat diamati gerakannya (disebut USG 2D). Saat ini telah ada kemajuan teknologi yang dapat memantau janin dalam bentuk 3 Dimensi  bahkan 4D (3D yang bergerak) secara real time.</p>
<p><strong>Fungsi pemeriksaan USG: </strong></p>
<ul>
<li>Menentukan letak kehamilan</li>
<li>Menentukan usia kehamilan dan taksiran persalinan</li>
<li>Menentukan jumlah janin</li>
<li>Menentukan letak plasenta dan kondisi cairan      ketuban</li>
<li>Mencari adanya kelainan bawaan janin</li>
<li>Memeriksa tumbuh kembang dan kesejahteraan janin      (fetal well being)</li>
<li>Mencari adanya kelainan lain pada rahim dan      indung telur</li>
</ul>
<p><strong>Kapan pemeriksaan USG dilakukan ?</strong></p>
<ul>
<li>Pada      usia kehamilan 5-7 minggu. Segera periksa jika terlambat haid dan tes pack      positif. Jika Anda mengalami nyeri atau pendarahan misalnya. Hal ini      mungkin mengesampingkan kehamilan ektopik/diluar kandungan.  Pemeriksaan pada trimester pertama      merupakan pemeriksaan yang paling baik menentukan usia kehamilan.</li>
<li>Usia      kehamilan 10-14 minggu. Pemeriksaan ditujukan      untuk mengetahui adanya kelainan bawaan seperti sindroma down. Dokter akan      memeriksa ada tidaknya tulang hidung janin, leher janin (nuchal      translusensi).</li>
<li>Usia kehamilan 18-20 minggu.  Dokter akan melakukan pemeriksaan      terhadap kelainan bawaan mayor (anomali scan Level II Scan)      Pemeriksaan menilai secara akurat tentang      anatomi janin,  kelainan kongenital,      kehamilan kembar dan pertumbuhan janin. Posisi plasenta juga ditentukan.</li>
<li>Usia      kehamilan 28-40 minggu . Pemeriksaan lanjutan untuk menilai perkembangan      janin, menentukan letak plasenta dan letak janin. Pemeriksaan kelainan      seperti adanya lilitan tali pusat pada leher janin juga menentukan      perkiraan persalinan. Apabila diperlukan dokter akan melakukan pemeriksaan      arus darah tali pusat dengan pemeriksaan USG doppler pada kasus pertumbuhan      janin terhambat atau ibu dengan komplikasi seperti preeklampsia, kelainan      jantung dan diabetes.</li>
</ul>
<p><strong>Bagaimana cara pemeriksaan USG?</strong></p>
<p><strong>USG transvaginal  (sonografi transvaginal /STV)</strong></p>
<p>Pemeriksaan pada usia kehamilan 5-7 minggu idealnya dilakukan menggunakan alat/probe yang dimasukkan ke dalam vagina (transvagina). Metode ini biasanya memberikan gambar yang lebih baik pada tahap awal kehamilan atau pada pasien yang kelebihan berat badan. Denyut jantung janin dapat diamati pada usia kehamilan 5-6 minggu kehamilan dan USG sangat diperlukan dalam diagnosis awal kehamilan ektopik. Pasien berbaring pada kursi ginekologi atau bisa juga pada tempat tidur pemeriksaan dengan mengganjal bantal pada bokong pasien. Dokter akan memasukkan alat yang telah dilapisi dengan kondom kedalam vagina dan melakukan pemeriksaan. Pada pemeriksaan STV pasien sudah mengosongkan kandung kemih terlebih dahulu.</p>
<p><a href="http://drprima.com/wp-content/uploads/2010/08/vaginal_scan_probe.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-523" title="vaginal_scan_probe" src="http://drprima.com/wp-content/uploads/2010/08/vaginal_scan_probe.jpg" alt="vaginal_scan_probe" width="150" height="79" /></a></p>
<p><strong>USG transabdominal (STA) </strong></p>
<p>Pasien berbaring pada tempat tidur pemeriksaan dan dokter akan memberikan jelly ke perut pasien dan akan melakukan pemeriksaan dengan probe/alat yang ditempelkan pada perut ibu. Pada awal kehamilan sebaiknya ibu minum beberapa gelas air dan menahan berkemih sebelum pemeriksaan.</p>
<p><a href="http://drprima.com/wp-content/uploads/2010/08/Tranabdominal.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-524" title="Tranabdominal" src="http://drprima.com/wp-content/uploads/2010/08/Tranabdominal.jpg" alt="Tranabdominal" width="100" height="100" /></a></p>
<p><strong>Apakah pemeriksaan USG aman? </strong></p>
<p>USG telah digunakan klinis sejak tahun 1960 dan penelitian medis tidak menemukan efek samping. Kebanyakan ahli sepakat bahwa prosedur ini tidak boleh dilakukan tanpa alasan medis yang jelas.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://drprima.com/kehamilan/pemeriksaan-usg-selama-kehamilan.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Informasi dan persetujuan tindakan Hymenoplasty, Labiaplasty, Vaginoplasty, Clitoral hood resection</title>
		<link>http://drprima.com/ginekologi-estetik/informasi-dan-persetujuan-tindakan-hymenoplasty-labiaplasty-vaginoplasty-clitoral-hood-resection.htm</link>
		<comments>http://drprima.com/ginekologi-estetik/informasi-dan-persetujuan-tindakan-hymenoplasty-labiaplasty-vaginoplasty-clitoral-hood-resection.htm#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Aug 2010 04:48:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>prima</dc:creator>
				<category><![CDATA[ginekologi estetik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://drprima.com/?p=517</guid>
		<description><![CDATA[Saya, mengerti bahwa indikasi  (Hymenoplasty, Labiaplasty, Clitoral Hood Resection, Vaginoplasty )** adalah merupakan indikasi sosial
Seperti yang telah di jelaskan oleh dokter saya:
Saya mengerti walaupun bedah Hymenoplasty, Labiaplasty, Clitoral Hood Resection, Vaginoplasty merupakan prosedur yang sangat ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Saya, mengerti bahwa indikasi  (Hymenoplasty, Labiaplasty, Clitoral Hood Resection, Vaginoplasty )** adalah merupakan indikasi sosial</strong></p>
<p><strong>Seperti yang telah di jelaskan oleh dokter saya:</strong></p>
<p>Saya mengerti walaupun bedah Hymenoplasty, Labiaplasty, Clitoral Hood Resection, Vaginoplasty merupakan prosedur yang sangat aman dan tindakan ini adalah kategori operasi kecil, bisa saja terjadi komplikasi walaupun dilakukan oleh team dokter yang berpengalaman. Dokter telah berdiskusi dengan saya mengenai indikasi, prosedur, proses penyembuhan dan komplikasi tindakan. Kami menyetujui bahwa tindakan pembedahan ini adalah pilihan yang terbaik untuk keadaan saya.</p>
<p>Saya mengerti bahwa mungkin dapat terjadi komplikasi selama dan setelah pembedahan. Seperti: pendarahan,hematoma (bekuan darah), infeksi, rasa kebas, kesemutan, nyeri dan juga komplikasi anestesia dan efek samping obat yang mungkin dapat terjadi.</p>
<p>Saya mengerti bahwa kemungkinan muncul bekas/ tanda pada lokasi operasi dan hasil penyembuhan operasi yang berbeda pada setiap orang, misal tidak terjadinya perdarahan pada pasca hymenoplasty, sensitifitas yang berlebihan pada operasi klitoral.</p>
<p>ttd dokter, pasien, saksi</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://drprima.com/ginekologi-estetik/informasi-dan-persetujuan-tindakan-hymenoplasty-labiaplasty-vaginoplasty-clitoral-hood-resection.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Informasi dan persetujuan tindakan medis sebelum operasi kandungan, mioma, kista</title>
		<link>http://drprima.com/pembedahan/informasi-dan-persetujuan-tindakan-medis-sebelum-operasi-kandungan-mioma-kista.htm</link>
		<comments>http://drprima.com/pembedahan/informasi-dan-persetujuan-tindakan-medis-sebelum-operasi-kandungan-mioma-kista.htm#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Aug 2010 23:39:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>prima</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pembedahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://drprima.com/?p=513</guid>
		<description><![CDATA[Beri tanda (X) pada jenis pembedahan 
 
JENIS PEMBEDAHAN
Pengangkatan rahim (Histerektomi)
# Histerektomi Total, meliputi pengangkatan seluruh uterus (rahim) dan serviks (mulut rahim).
Pasca tindakan pasien tidak akan menstruasi dan hamil lagi. Pengangkatan salah satu atau ke ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Beri tanda (X) pada jenis pembedahan </strong></p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;"> </span></strong></p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">JENIS PEMBEDAHAN</span></strong></p>
<p><strong>Pengangkatan rahim (Histerektomi)</strong></p>
<p># Histerektomi Total, meliputi pengangkatan seluruh uterus (rahim) dan serviks (mulut rahim).</p>
<p>Pasca tindakan pasien tidak akan menstruasi dan hamil lagi. Pengangkatan salah satu atau ke dua indung telur/ovarium masih mungkin dilakukan.</p>
<p>#  Histerektomi subtotal, meliputi pengangkatan rahim dengan meninggalkan serviks. Waktu yang diperlukan pada tindakan ini lebih cepat daripada tindakan Histerektomi total. Terdapat risiko terjadinya kanker serviks sebesar 1%, sehingga masih memerlukan pemeriksaan pap smear rutin setelah operasi, dan insiden adanya bercak darah atau pendarahan siklik dari selaput lendir rahim/endomentrium yang tertinggal di serviks bagian atas sebesar 5 %. Pengangkatan salah satu atau ke dua ovarium masih mungkin dilakukan.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Pengangkatan mioma/tumor rahim (miomektomi)</strong></p>
<p>Miomektomi, meliputi pengangkatan satu atau lebih massa mioma dari uterus. Walaupun tindakan ini berhasil dengan baik namun mioma baru masih mungkin timbul kembali di masa yang akan datang ( angka kekambuhan sekitar 15 &#8211; 30% dalam 10 tahun pasca operasi ).</p>
<p>Pasien mungkin memerlukan operasi sesar pada kehamilan selanjutnya. Terdapat risiko sekitar 1% untuk dilakukannya histerektomi jika terdapat komplikasi pendarahan hebat yang tidak teratasi saat tindakan miomektomi tersebut.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Pengangkatan kista (kistektomi)</strong></p>
<p>Kistektomi, meliputi pengangkatan satu atau lebih kista dari satu atau ke dua ovarium. Walaupun tindakan kistektomi berhasil, terdapat kemungkinan timbulnya kista kembali di masa yang akan datang ( angka kekambuhan sekitar 5% &#8211; 30% dalam 5 tahun ).</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Pengangkatan indung telur dan saluran telur</strong></p>
<p># Salpingektomi, meliputi pengangkatan satu atau kedua saluran telur/tuba falopii</p>
<p># Oophorektomi, meliputi pengangkatan satu atau kedua indung telur/ovarium</p>
<p># Salpingo &#8211; ophorektomi, meliputi pengangkatan satu atau ke dua ovarium beserta tuba Falopii (saluran telur ).</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Pengangkatan atau Konservasi ovarium pada Histerektomi</strong></p>
<p># Pengangkatan kedua ovarium ( Salpingo-oophorektomi bilateral / SOB ).</p>
<p><span style="text-decoration: underline;">Keuntungan<strong><em> </em></strong></span>tindakan ini adalah menghilangkan risiko kanker ovarium dimasa mendatang.</p>
<p><span style="text-decoration: underline;">Kerugian</span> tindakan tersebut meliputi manopause dini, hilangnya fungsi ovarium ( produksi hormon dari ovarium ) yang mungkin harus memerlukan terapi estrogen ( ERT ). Risiko utama pemberian terapi estrogen adalah stroke dan emboli paru.</p>
<p># Konservasi kedua ovarium.</p>
<p><span style="text-decoration: underline;">Keuntungan</span> meliputi : onset menopause normal, walaupun masih mungkin terjadi menopause dini dari waktu yang diperkirakan.</p>
<p><span style="text-decoration: underline;">Kerugian</span> meliputi : risiko terjadinya kanker ovarium atau tumor ovarium lainnya yang mungkin memerlukan tindakan pembedahan dimasa mendatang.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Perbaikan Dasar Panggul </strong></p>
<p>Perbaikan <em>Pelvic floor ( Dasar panggul ) / Tension free Vaginal Tape, Fiksasi Sacrospinous, </em>meliputi perbaikan (repair) prolaps vesika urinaria / sistokel ( turunnya kandung kemih ), enterocele atau prolaps rectum ( rectocele ), memperbaiki uretra agar tidak inkontinensia urin, dan memperbaiki prolaps secara keseluruhan.</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">METODE PEMBEDAHAN</span></strong></p>
<p># <em>Abdominal (Midline &amp; Pfanenstiel), </em>melalui sayatan pada perut</p>
<p># <em>Vaginal </em>(melalui vagina)</p>
<p><em># Laparoskopi </em>(melalui lubang kecil pada perut )</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">ANESTESIA/PEMBIUSAN</span></strong></p>
<p>Lihat pada lembaran anesthesia untuk informasi pembiusan dan risikonya. Jika anda ingin penjelasan lebih lanjut, anda dapat membicarakan hal ini dengan dokter anestesia.</p>
<p>Saya mengerti dan memahami bahwa risiko dan komplikasi tersebut tidak secara keseluruhan dan masih terdapat kemungkinan risiko dan komplikasi spesifik yang dapat terjadi lebih lanjut tergantung pada kondisi kesehatan saya atau operasi yang akan saya jalani. Saya dianjurkan untuk mendiskusikan segala persoalan dan keterangan dengan dokter saya, termasuk implikasi dari komplikasi yang dapat terjadi.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">KOMPLIKASI UMUM PEMBEDAHAN</span></strong></p>
<p># Pendarahan yang dapat memerlukan transfusi darah (1.5%)</p>
<p># Infeksi meliputi infeksi sistemis, pelvik atau infeksi pada luka operasi, infeksi pada saluran kemih serta pneumonia.</p>
<p># Cedera pada organ sekitar seperti kandung kemih, saluran kencing, usus, pembuluh darah, saraf yang mungkin perlu pembedahan lanjutan dan pengobatan.</p>
<p># Penyumbatan (Emboli) vena karena thrombus (bekuan darah), Penyumbatan pada Vena dalam (DVT) terjadinya bekuan darah didalam vena pada alat gerak bawah) dan emboli paru (0.4%) bekuan darah yang menyumbat pembuluh darah dalam paru, hal ini berdampak serius dan berpotensi menimbulkan komplikasi yang fatal.</p>
<p># Waktu penyembuhan luka operasi lama dan atau terdapat robekan sehingga perlu tambahan penjahitan ulang (0.6%).</p>
<p># Penyembuhan luka lambat.</p>
<p># Keloid.</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">KOMPLIKASI SPESIFIK PEMBEDAHAN</span></strong></p>
<p><span style="text-decoration: underline;"> </span></p>
<p># Kegagalan memasuki rongga perut pada metode laparoskopi sehingga memerlukan tindakan pembedahan perut / sayatan pada perut.</p>
<p># Cedera pada organ di sekitar tempat masuknya alat.</p>
<p># Hematoma, pembentukan Limfosit serta abses pelvis.</p>
<p># Cedera usus (0.04%), yang memerlukan pembedahan atau memerlukan pembuatan stoma / lubang.</p>
<p>#  Cedera kandung kemih dan ureter (0.7%) : menimbulan gangguan yang lama pada fungsi kandung kemih.</p>
<p>#  Kekambuhan, seperti mioma, kista atau terjadi prolaps.</p>
<p>#  Edema kelenjar getah bening / Lymphedema, pembengkakan ekstremitas bawah akibat adanya obstruksi pada kelenjar limfe.</p>
<p>#  Pembedahan pada usus / pembedahan pada kandung kemih yang memerlukan pembuatan lubang khusus ( stoma ).</p>
<p>#  Lain -lain</p>
<p>______________________</p>
<p># Saya memberika izin untuk dilakukan tindakan ___________________________________</p>
<p># Pada tanggal ___________________________</p>
<p># Saya telah diberikan kesempatan untuk menanyakan informasi lebih lanjut mengenai dasar, manfaat, dan akibat pembedahan.</p>
<p># Saya telah diberi kesempatan bertanya.</p>
<p># Saya telah mendapat jawaban yang memuaskan atas pertanyaan saya.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Komentar lain ______________________________________________________________</strong></p>
<p>ttd dokter, pasien, saksi</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://drprima.com/pembedahan/informasi-dan-persetujuan-tindakan-medis-sebelum-operasi-kandungan-mioma-kista.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Informasi dan persetujuan tindakan medis sebelum operasi sesar</title>
		<link>http://drprima.com/pembedahan/informasi-dan-persetujuan-tindakan-medis-sebelum-operasi-sesar.htm</link>
		<comments>http://drprima.com/pembedahan/informasi-dan-persetujuan-tindakan-medis-sebelum-operasi-sesar.htm#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Aug 2010 22:55:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>prima</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pembedahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://drprima.com/?p=508</guid>
		<description><![CDATA[Saya ,mengerti bahwa indikasi bedah sesar ini adalah: ______________________________________
Seperti yang telah di jelaskan oleh dokter saya:
Saya mengerti walaupun bedah sesar merupakan prosedur yang sangat aman namun tindakan ini adalah kategori operasi besar melalui dinding perut ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Saya ,mengerti bahwa indikasi bedah sesar ini adalah: ______________________________________</strong></p>
<p><strong>Seperti yang telah di jelaskan oleh dokter saya:</strong></p>
<p>Saya mengerti walaupun bedah sesar merupakan prosedur yang sangat aman namun tindakan ini adalah kategori operasi besar melalui dinding perut dan bisa saja terjadi komplikasi walaupun dilakukan oleh tim dokter yang berpengalaman. Dokter telah berdiskusi dengan saya mengenai cara lain dari persalinan pervaginam, dan kami menyetujui bahwa bedah sesar adalah pilihan yang terbaik untuk keadaan ini.</p>
<p>Saya mengerti bahwa mungkin dapat terjadi komplikasi selama dan setelah pembedahan. Seperti: pendarahan, infeksi, bekuan darah pada kaki dan rongga panggul, perlukaan pada organ sekitar rahim seperti kandung kemih, saluran kencing, atau usus dan juga komplikasi anestesia yang mungkin dapat terjadi. Sebagai tambahan, mungkin saja bisa terjadi trauma pada bayi selama proses operasi.</p>
<p>Saya mengerti bahwa risiko komplikasi dapat meningkat, pada keadaan riwayat operasi, dan riwayat bedah sesar sebelumnya. Saya juga mengerti bahwa dengan dilakukannya bedah sesar maka akan meningkatkan kemungkinan bedah sesar kembali pada kehamilan berikutnya.</p>
<p>Saya menyadari jika terjadi komplikasi berat maka akan di lakukan prosedur tambahan, Pada kasus dengan perdarahan yang mengancam nyawa dapat dilakukan tindakan pengikatan pembuluh darah rahim sampai dengan pengangkatan rahim.</p>
<p>ttd dokter, pasien dan saksi</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://drprima.com/pembedahan/informasi-dan-persetujuan-tindakan-medis-sebelum-operasi-sesar.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips berpuasa pada ibu hamil dan menyusui</title>
		<link>http://drprima.com/kehamilan/tips-berpuasa-pada-ibu-hamil-dan-menyusui.htm</link>
		<comments>http://drprima.com/kehamilan/tips-berpuasa-pada-ibu-hamil-dan-menyusui.htm#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Aug 2010 10:53:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>prima</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kehamilan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://drprima.com/?p=504</guid>
		<description><![CDATA[Bagi Ibu hamil dan menyusui  ingin berpuasa maka perhatian hal berikut:

Konsultasikan kesehatan kehamilan Anda sebelum berpuasa pada dokter kandungan
Konsultasikan pola makan pada ahli gizi untuk memonitor cakupan gizi yang cukup. Buat catatan diet selama berpuasa
Jangan ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bagi Ibu hamil dan menyusui  ingin berpuasa maka perhatian hal berikut:</p>
<ul>
<li>Konsultasikan kesehatan kehamilan Anda sebelum berpuasa pada dokter kandungan</li>
<li>Konsultasikan pola makan pada ahli gizi untuk memonitor cakupan gizi yang cukup. Buat catatan diet selama berpuasa</li>
<li>Jangan memaksakan diri berpuasa, apalagi jika ibu hamil didiagnosa memiliki penyakit kronis atau yang dapat membahayakan kesehatan kehamilan dan janinnya.</li>
<li>Perhatikan asupan makanan (diet) pada saat berpuasa, karena Anda perlu untuk memodifikasinya pada saat sahur, berbuka, dan mungkin sebelum tidur. Makan lebih banyak dengan porsi yang sedikit tapi sering</li>
<li>Perbanyak konsumsi cairan dengan minum air atau jus buah antara waktu berbuka hingga sahur.</li>
<li>Makanan yang dimakan harus seimbang, mengandung komponen dari masing-masing kelompok makanan yaitu buah, sayuran, daging/ayam/ikan, roti/sereal dan produk susu.</li>
<li>Pilihlah makanan yang lambat dicerna yang mengandung karbohidrat kompleks (mengandung padi-padian  dan biji-bijian seperti gandum, buncis, kacang, tepung biji gandum, nasi putih, sereal)</li>
<li>Konsumsi sayuran dan buah (karena mengandung banyak serat) pada saat sahur. Ini juga akan membantu memperpanjang rasa kenyang. Kurma adalah sumber yang sangat baik untuk gula, serat, karbohidrat, kalium dan magnesium.</li>
</ul>
<p><strong>Makanan dan minuman yang dihindari</strong></p>
<ul>
<li>Hindari makanan yang terlalu manis, karena Anda akan cepat merasa lapar.</li>
<li>Hindari makanan yang digoreng dan makanan yang berlemak</li>
<li>Hindari makanan pedas</li>
<li>Hindari minum softdrink</li>
<li>Hindari terlalu banyak teh selama sahur. Teh berperan dalam pengeluaran lebih banyak urin yang turut membawa garam-garam mineral bermanfaat yang akan dibutuhkan tubuh sepanjang hari puasa.</li>
<li>Hindari konsumsi kopi dan rokok</li>
</ul>
<p><strong>Perhatikan gejala dan keluhan selama berpuasa</strong></p>
<ul>
<li>Keluar keringat berlebihan, badan lemah, kurang energi, pusing, khususnya saat berdiri dari posisi duduk, penampilan pucat dan merasa lesu adalah tanda “tekanan darah rendah”</li>
<li>Badan lemah, pusing, capek, sulit berkonsentrasi, mudah berkeringat, tremor, tidak mampu melakukan aktivitas fisik, sakit kepala, dan palpitasi (denyut jantung yang cepat dan tidak beraturan) adalah gejala-gejala rendahnya kadar gula darah.</li>
<li>Jika urin terlalu gelap (kecoklatan) dan berbau menyengat, merupakan tanda terjadinya dehidrasi (kekurangan cairan).</li>
<li>Apabila gerakan janin berkurang (normalnya selama 12 jam terdapat minimal 10 kali gerakan)</li>
</ul>
<p>Segera batalkan puasa Anda dan jika perlu periksakan diri Anda ke dokter&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://drprima.com/kehamilan/tips-berpuasa-pada-ibu-hamil-dan-menyusui.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hukum puasa bagi ibu hamil dan menyusui</title>
		<link>http://drprima.com/kehamilan/hukum-puasa-bagi-ibu-hamil-dan-menyusui.htm</link>
		<comments>http://drprima.com/kehamilan/hukum-puasa-bagi-ibu-hamil-dan-menyusui.htm#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Aug 2010 10:08:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>prima</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kehamilan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://drprima.com/?p=499</guid>
		<description><![CDATA[Beribadah  puasa (shaum) di bulan Ramadhan adalah wajib hukumnya bagi semua pemeluk agama Islam yang sudah akil baligh. Selama sebulan penuh umat Islam berpuasa mulai adzan subuh berkumandang hingga waktu magrib. Secara lahiriah berpuasa menghindarkan ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beribadah  puasa (shaum) di bulan Ramadhan adalah wajib hukumnya bagi semua pemeluk agama Islam yang sudah akil baligh. Selama sebulan penuh umat Islam berpuasa mulai adzan subuh berkumandang hingga waktu magrib. Secara lahiriah berpuasa menghindarkan diri dari makan, minum dan hubungan intim, namun secara bathiniah juga dipuasakan mencegah dari sifat dan perbuatan tecela yang dapat mengurangi pahala berpuasa.</p>
<p>Dalam Alquran Allah SWT telah menyebutkan hukum dan ketentuan dalam berpuasa yang terdapat dalam Surah Al Baqarah (2) ayat 183-185.</p>
<p><em> “ Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,” (QS 2: 183)</em></p>
<p><em>“ (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka Barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), Maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi Makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, Maka Itulah yang lebih baik baginya. dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. “ (QS 2:184)</em></p>
<p><em>“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). karena itu, Barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, Maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan Barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), Maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (QS 2:185)</em></p>
<p><strong>Berpuasa pada wanita hamil dan menyusui</strong></p>
<p>Wanita secara kodrati mengalami fase reproduksi dimana ia hamil dan menyusui. Lamanya hamil pada manusia selama 280 hari / 40 minggu (sering disebut juga selama 9 bulan dan 10 hari) dan menyusui minimal selama 6 bulan dan dapat hingga menyapihnya dalam 2 tahun.</p>
<p>Dalam menjalankan ibadah puasa agama Islam memberikan kemudahan pada wanita yang sedang mengandung dan menyusui untuk tidak berpuasa karena berat untuk dilaksanakan dan dapat menggantinya pada waktu lain (qadha) atau membayar fidyah (memberi makan seorang miskin sebanyak hari yang ditinggalkan sebanyak 1 sha’ atau 1,5 kg beras atau dapat diberikan dalam bentuk hidangan lengkap).  Selain itu wanita dalam keadaan haid dan nifas (setelah melahirkan sampai 40 hari sesudahnya) tidak diperkenankan berpuasa hingga selesai masanya.</p>
<p>Apabila wanita hamil atau sedang menyusui merasa kuat dalam berpuasa maka ia dapat melakukan puasa dengan tidak memaksakan diri. Tubuh akan membunyikan “alarm” apabila terasa membahayakan bagi diri ibu maupun janin yang dikandungnya. Dan apabila terjadi demikian sebaiknya segera membatalkan puasa demi kemaslahatan diri dan janinnya.</p>
<p>Pada masa menyusui kalori yang dibutuhkan bukan berkurang malah harus bertambah 300-500 kalori jika dibanding ibu hamil ! Asupan kalori dalam bentuk makanan dan minuman berkaitan langsung dengan jumlah air susu ibu (ASI) yang keluar. Semakin banyak asupan kalori dan nutrisi maka akan semakin banyak dan bergizi ASI yang dihasilkan. Seringkali setelah menyusui timbul rasa lapar yang sangat serta produksi ASI yang berkurang ketika kurangnya asupan nutrisi. Sehingga kecukupan kalori ibu menyusui amat penting bagi keberhasilan menyusui.</p>
<p>Apabila dalam masa hamil dan menyusui seorang ibu masih mendapatkan kenaikan berat badan (pertanda cukupnya asupan kalori) dan tidak ada hambatan pada kehamilan dan keluarnya ASI maka berpuasa lebih baik dilaksanakan. Berpuasa tidaklah berarti mengurangi makan dan minum namun lebih berarti memindah jadwal makan.</p>
<p>Secara medis apabila ibu hamil berpuasa ternyata tidak berdampak pada penurunan kesehatan bayi  yang dilahirkan  (berat badan bayi dan nilai APGAR saat lahir), tidak  berdampak pada  penurunan IQ bayi dan  tidak secara bermakna berpengaruh terhadap kadar  glukosa darah pada hamil muda (namun berpengaruh pada hamil tua).  Sedangkan di Nigeria dilakukan penelitian pada ibu menyusui didapatkan  tidak ditemukan penurunan jumlah air susu ketika berpuasa dan  mengkonsumi lebih banyak air ketika buka dan sahur.</p>
<p>Allah SWT sangat memahami kesulitan yang dialami kaum muslimin dalam menjalankan ibadah puasa. Keringanan dan kemudahan untuk tidak diberikan pada bagi orang yang sedang sakit, atau dalam perjalanan, orang yang berat melakukannya (lansia, pekerja berat) dan secara khusus pada ibu hamil dan menyusui. Allah SWT tidak menghendaki kesulitan, Allah memberikan kemudahan dalam beribadah kepada-Nya.</p>
<p>Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://drprima.com/kehamilan/hukum-puasa-bagi-ibu-hamil-dan-menyusui.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Manfaat pemberian Air susu ibu (ASI)</title>
		<link>http://drprima.com/kesehatan-anak/manfaat-pemberian-air-susu-ibu-asi.htm</link>
		<comments>http://drprima.com/kesehatan-anak/manfaat-pemberian-air-susu-ibu-asi.htm#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Jul 2010 19:05:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>prima</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://drprima.com/?p=495</guid>
		<description><![CDATA[Manfaat bagi bayi:

Komposisi sesuai kebutuhan, mengandung kolostrum, antibodi, makrofag, limfosit, imunoglobulin, laktoferin, faktor bifidus : Lactobacilus bifidus
Mudah dicerna dan diserap.
Mengandung enzim pencernaan (maka sering merasa lapar)
Mengandung zat penangkal penyakit
Selalu berada dalam suhu yang tepat
Tidak menyebabkan ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Manfaat bagi bayi:</strong></p>
<ul>
<li>Komposisi sesuai kebutuhan, mengandung kolostrum, antibodi, makrofag, limfosit, imunoglobulin, laktoferin, faktor bifidus : Lactobacilus bifidus</li>
<li>Mudah dicerna dan diserap.</li>
<li>Mengandung enzim pencernaan (maka sering merasa lapar)</li>
<li>Mengandung zat penangkal penyakit</li>
<li>Selalu berada dalam suhu yang tepat</li>
<li>Tidak menyebabkan alergi mencegah maloklusi/ kerusakan gigi</li>
<li>Mengoptimalkan perkembangan</li>
<li>Meningkatkan hubungan ibu dan bayi</li>
<li>Kelak menjadi orang yang percaya diri</li>
<li>Mengurangi kemungkinan berbagai penyakit kronik dikemudian hari, seperti kencing manis (diabetus melitus), penyakit jantung, kanker</li>
</ul>
<p><strong>Manfaat bagi ibu:</strong></p>
<ul>
<li>Mencegah      perdarahan pasca persalinan</li>
<li>Mempercepat      involusi uterus</li>
<li>Mengurangi      anemia</li>
<li>Mengurangi      risiko kanker ovarium &amp; payudara</li>
<li>Memberikan      rasa dibutuhkan</li>
<li>Mempercepat      kembali ke berat semula</li>
<li>Sebagai      metoda KB  disebut juga sebagai MAL      (metode amenore laktasi). Ideal apabila ibu belum menstruasi, efektif      dalam 3-6 bulan, bayi diberi ASI eksklusif secara rutin dan reguler      (minimal tiap 3 jam)</li>
</ul>
<p><strong>Manfaat bagi keluarga:</strong></p>
<ul>
<li>Mudah      pemberiannya</li>
<li>Menghemat      biaya</li>
<li>Anak      sehat, jarang sakit</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://drprima.com/kesehatan-anak/manfaat-pemberian-air-susu-ibu-asi.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
